Karier Sedang Menanjak, Syakir Daulay Dilaporkan ke Polisi

Syakir Daulay. (Editor Foto: Shavira Nadiyah)

Masalah hukum sedang menimpa Syakir Daulay. Disaat kariernya sedang menanjak dan namanya mulai menjadi perbincangan karena aktingnya yang mumpuni di sinetron religi serta suaranya yang merdu ketikan membawakan lagu cover Aisah Isteri Rasulullah, Syakir harus menghadapi kenyataan pahit kalau dirinya dilaporkan ke polisi. Ia dituduh telah menyebarkan berita bohong oleh sebuah perusahaan rekaman Pro Aktif. Aktor muda yang juga piawai membaca Al Quran ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin, 4 Mei 2020 lalu.

Laporan tersebut berawal dari postingan status dan narasi video yang diupload Syakir pada tanggal 16 April 2020 lalu. Dan menurut Syakir  bukan dirinya sendiri yang menguploadnya karena akun dan konten youtubenya itu sudah di bajak oleh seseorang. Dan yang membuat pihak label tersinggung, akun atas nama Syakir tersebut sudah dibeli pihak label seharga 200 juta rupiah. Karena itu Syakir dilaporkan terkait masalah fitnah dan pencemaran nama baik melalui instagram Syakir tersebut.

Sementara itu, penyanyi muda asal Aceh yang masih berusia 18 tahun  ini menanggapi laporan tersebut dengan santai. Syakir berprinsip biarkan orang jahat kepada kita, yang penting kita tidak jahat kepada mereka. Syakir pun menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta.

Selain itu Syakir pun membantah kalau 200 juta itu adalah uang hasil pembelian tapi itu pinjam meminjam. Dan perjanjiannya diwakilkan oleh sang kakak, Hamimi Daulay. Hal ini juga dibantah oleh pihak label yang diwakili oleh Abdul Fakhridz yang menegaskan Syakir telah melakukan kebohongan publik. Padahal menurut Abdul pada 7 Februari 2020, Syakir sudah  melakukan kerja sama dengan Pro Aktif melalui tanda tangan kontrak.

“Dia bilang nggak ada jual beli, adanya pinjam meminjam. Sebenarnya ada kontrak kerja juga yang seharusnya dilakukan setelah serah terima akuin youtube itu, “ jelas Abdul Fakhridz S.H.mewakili pihak label.

Langkah hukum telah ditempuh dan Syakir terancam hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar 1 milyar rupiah. Dan sepertinya langkah hukum ini akan diteruskan oleh pihak label karena menganggap Syakir tidak memilki itikad baik.

“Karena yang bersangkutan sejak awal dari proses perjanjian tidak ada itikad baik, sampai kami somasi pun juga tidak ada itikad baik. Padahal kita menunggu dan membuka ruang diskusi  tapi ia tetap ingkar janji. Jadi Syakir jelas telah mencemarkan nama baik,”papar Abdul Fakhrids lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here