Taman Pemakaman umum Dukuh Jatisari, Majasem,  Kecamatan Kendal , Ngawi, Jawa Timur seketika dipenuhi isak tangis keluarga saat mengiringi pemakaman maestro campursari, Didi Kempot, 5 Mei kemarin. Didi Kempot dimakamkan tepat disebelah makam putri pertamanya, Lintang Ayu Tyas Prasti dari isteri pertamanya, Saputri. Seperti diketahui Didi Kempot memiliki 2 orang isteri. Sebelum menikah dengan penyanyi asal Semarang, Yan Vellia, Didi Kempot sudah memiliki seorang isteri bernama Saputri. Dan Didi Kempot dimakamkan di Ngawi atas keinginan Saputri.

Sebelum dibawa ke tempat pemakaman yang hanya berjarak 400 meter dari rumah duka, jalan utama sudah lebih dulu ditutup oleh pihak Kepolisian untuk menghindari kerumunan para penggemar, sobat ambyar di lokasi pemakaman. Mengingat ini juga sedang pandemi corona jadi jumlah yang mengiringi pemakaman tidak boleh terlalu banyak. Diantaranya yang hadir adalah pihak keluarga, termasuk isteri pertamanya. Duka mendalam jelas terlihat pada Saputri yang sempat jatuh pingsan setelah jenazah sang suami dimakamkan. Saat pemakaman terlihat juga hadir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang ikut menghantar ke tempat peristrirahatan terakhir Didi Kempot yang diduga meninggal karena serangan jantung tersebut.

“Sepertinya serangan jantung, tadi malam masih kontak dengan saya setengah dua belas dan tidak ada tanda-tanda sedikit pun mas Didi sakit. Kami membicarakan rencana konser digital tanggal 25 di Ngawi yang merupakan konser tunggal mas Didi dan diisi beberapa bintang tamu,”ujar Bupati Ngawi, Budi Sulistyono.

Kepergian untuk selamanya penyanyi yang khas dengan pakaian adat jawa saat manggung ini memang mendadak dan membuat keluarga di Ngawi merasa kaget. Selama ini pria yang meninggal di usia 53 tahun ini tidak pernah diketahui menderita sakit serius, hal yang paling sering dikeluhkannya hanya capek. Karena itu seperti mimpi, banyak yang tidak percaya saat mendengar adik almarhum Mamiek Prakoso ini  telah tiada dan mereka sangat merasa kehilangan.

“Kalau bicara kehilangan seluruh warga Kabupaten Ngawi kehilangan. Saya yakin dari mas Didi banyak hal yang bisa diteladani. Orang seniman di Ngawi yang tidak contoh keteladanan mas Didi itu rugi. Maka harapan saya dicontoh sama semua seniman di kabupaten Ngawi agar usia orbitannya sama dengan mas Didi, tidak ada turunnya tapi menanjak terus,“papar Bupati Ngawi, Budi Sulistyono lebih lanjut.

Dikeluarganya, Didi Kempot dikenal sebagai pribadi yang murah hati dan tidak sombong. Jika ada keluarga yang minta tolong ia selalu membantu keluarganya. Sosok itu juga yang dikenal oleh teman dan rekan kerja Didi Kempot. Ia juga kerap membuat konser amal. Dan sebelum meninggal, ia sempat merilis lagu Ojo Mudik yang bertujuan menghimbau masyarakat tidak mudik ditengah pandemi corona ini. Namun siapa sangka lagu ini merupakan karya terakhirnya. Selamat jalan father of brokenheart, karyamu akan selalu ada di hati kami semua yang telah kehilangan sosok musisi yang luar biasa seperti dirimu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here