Roy Kiyoshi ditangkap di kediamannya yang terletak di kawasan Cengkareng Indah, Jakarta Barat, 6 Mei lalu  karena dugaan penyalahgunaan narkotika dan dinyatakan positif benzodiazepine berdasarkan hasil tes urine.

Terungkapnya artis dan paranormal itu positif mengonsumsi zat psikotropika benzodiazepine atau benzo dari jenis  diazepam itu membuat sang kuasa hukum, Hendry Indraguna buka suara. Hendry yakin kalau Roy bukan masuk dalam kategori pengguna narkoba tapi sedang dalam kondisi sakit. Dari 2017, Roy menderita insomnia atau sulit tidur.

Menurut Hendry, kliennya sudah mulai berupaya mengobati penyakitnya sejak tahun 2017. Sejak saat itu Roy kemudian mengkonsumsi obat penenang sesuai dengan resep dokter. Dumolid menjadi salah satu obat yang diberikan dokter dalam resep itu.

“Tahun 2019 insomnia dia kambuh lagi dan sempat dibawa ke rumah sakit Jakarta Selatan. Jadi ada beberapa resep dokter sudah kami serahkan ke penyidik, saya enggak sebut dokternya tapi resepnya ada semua di sini,” ucap Hendry.

Sedangkan 2020 di tengah pandemi corona ini yang mengharuskan semua orang stay at home membuat Roy stress dan tertekan hingga membuat insomnia-nya kambuh lagi. Ada 3 hari dia tidak bisa tidur dan akhirnya ia pun mencari obat tidur lewat online dan keluarlah nama diazepam. Roy tidak berani ke dokter karena takut dengan wabah corona.

“Roy tertekan dan stres. Di situ Roy tidak bisa tidur. Karena tidak bisa tidur, dia mencari obat tidur melalui online. Tinggal diklik obat tidur apa, keluarlah Diazepam,”jelas Henry.

Diazepam merupakan zat psikotropika yang masih termasuk famili benzo. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati kecemasan, sindrom putus alkohol, sindrom putus benzodiazepine, epilepsi, hingga sulit tidur.

Hendry juga menegaskan kalau semua orang bisa saja membeli diazepam, termasuk Roy. Tapi masalahnya, banyak orang yang tidak tahu, tak terkecuali Roy kalau diazepam itu mengandung zat nitrazepam yang masuk dalam golongan IV psikotropika.

“Saya yakin kalau Roy tahu ada kandungan zat nitrazepam yang masuk dalam kandungan IV psikotropik, Roy tidak akan mau membelinya. Jadi ini faktor ketidaktahuan Roy,” jelas Hendry lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here