Didi Kempot. (Foto: via Media  Indonesia/Sumaryanto Bronto)

Tanpa terasa kepergian Sang Maestro Campur Sari, Didi Kempot sudah satu Minggu
berlalu. Tepatnya, Minggu malam, 10 Mei 2020 lalu, keluarga besar mengadakan
tahlilan 7 harian kepergian Lord Didi di Solo, Jawa Tengah. Dihadiri ratusan sobat
ambyar tapi dengan syarat sebelum mengikuti doa bersama, para sobat ambyar
tersebut di cek dulu suhu tubuh mereka. Selain itu panitia juga membagikan masker
untuk yang tidak menggunakan masker. Tidak hanya dihadiri oleh penggemar setia
Didi Kempot, acara juga dihadiri para sahabat dan juga Gus Miftah, dai kondang asal
Yogyakarta.

Yan Vellia. (Foto: Youtube)

Suasana sedih dan duka masih menyelimuti jalannya doa bersama. Terlebih sang
isteri, Yan Velia. Isteri kedua Didi Kempot tersebut berjanji akan meneruskan
cita-cita almarhum, yaitu terus berkarya dan mempopulerkan musik campur
sari. Hal ini juga yang membuatnya tetap ingin menggelar konser musik 30 tahun
almarhum Didi Kempot yang nantinya akan digelar di Gelora Bung Karno.

Didi Kempot. (Foto: instagram.com/didikempot_official

30 tahun bukan suatu perjalanan karier yang singkat tapi panjang disertai
dengan beragam suka dan duka hingga Didi Kempot dijuluki The God Father of
Broken Heart. Kini, seniman sejati yang mendapat julukan tersebut sudah tiada.
Namun sosok almarhum yang dikenal baik dengan jiwa sosial yang tinggi tidak
bisa dilupakan oleh semua orang yang mengenalnya, termasuk para sahabatnya.

Nur Muhammad. (Foto: Dokumentasi)

“ jujur buat saya ribadi merasa kehilangan sekali, almarhun sosok yang sangat
bersahaja , dia lebih dari saudara, perhatiannya ke temannya sangat tinggi dan
selalu kasih semangat,” kenang sahabat Didi Kempot, Nur Muhammad, Kepala
Desa Majasem Ngawi, Jawa Timur.

Groto Triatno. (Foto: Dokumentasi)

Orang terdekat lainnya adalah Groto Triatno yang dikenal sebagai Manager Didi
Kempot. Ia sudah mengenal sosok almarhum sejak era 2001 saat membuat
program musik tradisional Jawa. Sejak itu hubungan mereka terus berlanjut
hingga Didi Kempot menghembuskan nafas terakhirnya. Karena itu wajar jika
Groto masih merasakan duka mendalam atas kepergian artisnya itu. Groto paling
tahu perjalanan karier Didi Kempot. Mulai dari bawah hingga sukses seperti
sekarang ini.

“Mas didi awal ke Jakarta ngamen, sebelunya ia ngamen di Solo terus pindah ke
Yogya dan akhirnya pindah ke Jakarta. Saat itu selain ngamen dia juga aktif nulis,
lagu khusus Jawa. Dia merintis dari bawah, dia kos bareng teman-temannya di
Palmerah, “ papar Groto mengenang Didi Kempot.
Kini, semua kenangan itu akan terus melekat erat di relung hati paling dalam
orang-orang terdekat Didi Kempot. Tidak aka ada yang bisa menggantikan sosok
Didi Kempot, sosok seniman, kepala keluarga dan sahabat yang luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here