Monumen Patung Didi Kempot Akan Ada di Solo dan Yogyakarta

Yan Vellia Istri Almarhum Didi Kempot. (Foto: Dokumentasi)

Kepergian Sang Maestro Campur Sari, Didi Kempot makin memberikan rasa kehilangan yang mendalam bagi keluarga, kerabat dan juga para Sobat Ambyar. Almarhum tidak hanya dikenang karena ribuan karyanya yang luar biasa, tapi dikenang juga karena kepribadiannya yang baik dan bersahaja. Kepada siapapun termasuk orang yang baru dikenalnya ia selalu bersikap santun, tidak sombong dan selalu siap memberikan suport dan wejangan bermanfaat kepada mereka yang membutuhkannya. Hal inilah yang membuat para penggemarnya di Solo ingin membangun monumen patung Didi Kempot sebagai icon di stasiun Solo Balapan.

Dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu yang telah melahirkan mahakarya di dunia musik tradisional campur sari membuat Didi Kempot memang wajar diberi apresiasi setingi-tingginya. Diantaranya dengan membuatkan monumen patung Didi Kempot. Lewat monumen tersebut, Didi Kempot yang menutup mata, 5 Mei 2020 lalu  akan bisa  terus dikenang oleh semua penggemarnya. Hal ini sangat didukung oleh keluarga Didi Kempot, termasuk isteri keduanya, Yan Vellia. Ia sangat terharu dan antusias mendengar rencana pembuatan monumen untuk almarhum suaminya itu.

“Saya baru ngeliat share minta petisi izin Presdien, Gubernur, Walikota untuk monumen di Stasiun Solo Balapan. Saya pribadi merupakan suatu kehormatan karena mas Didi dilegendakan dan dimonumenkan,” ujar Yan Vellia.

Usulan dibangun monumen di Stasiun Solo Balapan itu karena sesuai dengan salah satu lagu hits Didi Kempot, Stasiun Balapan. Tidak hanya ini, menurut Yan Vellia, sebelum suaminya meninggal dunia, pernah ada tawaran membuat patung juga dari Komunitas Petani Yogya yang merasa senang wisata pantai daerahnya diangkat lewat lagu Didi Kempot  berjudul Banyu Biru.

“Sewaktu masih hidup sempat ada tawaran bikin patung di Mangkreng, Yogyakarta karena komunitas petani disana suka dengan lagu Banyu Biru yang dibuat mas Didi Kempot. Saya terimakasih Pemkot Surakarta dan Pemda Jateng dan Pak Presiden juga,”ungkap Yan Vellia.

Dilakukannya petisi atau penggalangan tanda tangan untuk mewujudkan keinginan membangun monumen patung Didi Kempot ini membuat Yan Vellia terhibur dan sedikitnya bisa mengobati rasa sedihnya sepeninggal suami tercinta. Meski begitu Yan Vellia tidak ingin terhanyut dalam sedih, ia harus bangkit dan berjanji akan terus melanjutkan apa yang telah dilakukan Didi Kempot di industri musik campur sari. Yan Vellia pun siap tampil lewat lagu karangan almarhum Didi Kempot,”Tresno Tekane Pati”.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here