Roy Kiyoshi terciduk narkoba. (Foto: Instagram/Lambe_turah)

Hampir  sepekan Roy Kiyoshi ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Persisnya 10 Mei 2020 lalu ia ditangkap satuan narkotika Polres Metro Jakarta Selatan di rumahnya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Saat itu sehabis syuting, Roy berkumpul bersama teman-temannya di rumahnya. Roy tidak menyadari kalau dirinya tengah diawasi pihak Kepolisian. Polisi mendatangi rumah paranormal dan presenter itu dan ditemukan 21 pil psikotropika . Saat dilakukan tes urine, Roy positif menggunakan obat psikotropika jenis Benzodizaipine alias Benzo. Obat ini biasa digunakan oleh mereka yang memiliki masalah psikologis, seperti rasa cemas berlebihan, tekanan sosial, sindrom dan juga gangguan sulit tidur.

Roy ditetapkan sebagai tersangka tindak penyalahgunaan narkotika dan dijerat dengan Pasal 62 Undang-Undang Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 dengan ancaman minimal lima tahun pidana. Dan Rabu, 13 Mei 2020 lalu, Roy pun menjalani asesmen di Polres Metro, Jakarta Selatan dikarenakan kondisinya kurang sehat badan.

Roy Kiyoshi Dan Henry Indraguna. (Editor Foto: Shavira Nadiyah)

“Iya hari ini Roy jadi diasesmen tapi pelaksanaannya di Polres Metro Jakarta Selatan karena Roy kurang sehat badan,” kata Pengacara Roy, Henry Indraguna.

Henry menyebutkan, sejak kemarin kesehatan Roy menurun, mengalami demam dan mual karena tidak enak badan selama ditahan. Oleh karena itu, Tim BNNP DKI Jakarta yang datang langsung ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk melakukan asesmen.

Menurut Henry, hasil asesmen akan keluar dalam kurun waktu dua atau tiga hari setelah dilakukan penilaian. Hasil asesmen diperlukan untuk mengetahui tingkat ketergantungan Roy terhadap obat-obat psikotropika dan juga untuk menentukan Roy ditahan atau menjalani rehabilitasi.

“Setelah diasesmen dan dianggap layak akan diberikan rekomendasi untuk rehabilitasi,” kata Henry.

Sebelumnya, pihak keluarga Roy Kiyoshi diwakili oleh kuasa hukumnya juga sudah mengajukan permohonan untuk rehabilitasi kepada Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Dan permohonan ini akan diketahui dikabulkan atau tidak setelah dilakukan asesmen terhadap Roy Kiyoshi kepada BNNP DKI Jakarta tersebut.

Henry juga  menegaskan kalau Roy sangat stres berada didalam penjara. Kehidupannya dipenjara sangat berbeda dengan kehidupan sebelumnya di luar penjara.

“Terbiasa hidup bersih, nyaman, sekarang harus di dalam penjara, pasti stress dan tekanan mental. Lebih stress lagi dia di bully, dia biasa meramal orang lain kok nggak bisa meramal diri sendiri. Dia biasa meramal karena minum obat tidur, sekarang nggak bisa tambah

stress lagi dia. Jadi tolong stop, orang sakit jangan diginiin, jangan begitu. Ini masih azaz praduga, nanti dia akan disidang dan selesai dipersidangan agar menjadi kepastian hukum,” papar Henry.

Kondisi pria berusia 33 tahun itu terus dipantau oleh pihak keluarganya. Dan mereka sedih dan prihatin akan kondisi Roy si anak indigo karena mampu melihat apa yang telah dilakukan seseorang pada masa lalu dan masa depannya. Namun nyatanya, Roy luput melihat masa depannya.

“ Mama Roy dan keluarganya terus pantau Roy. Mamanya nangis kasian anaknya seperti itu. Semua orang bisa baca berita dan sampai juga ke Roy dan pada akhirnya buat dia stress dan juga keluarganya, “ tambah Henry.

Tidak kuat dengan beban tersebut, Roy selalu bertanya kepada Hendry kapan dia bisa bebas. Hendry pun tidak bisa menjawab pertanyaan Roy tersebut karena proses hukum harus tetap berjalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here