Foto Alm. Benny Likumahuwa. (Foto: kapanlagi.com)

Tanggal 18 Juni nanti merupakan hari ulang tahun musisi senior Benny Likumahuwa. Rencana untuk perayaan ulang tahun Benny pun sudah dilakukan. Namun sayang, 9 hari menjelang perayaan ulang tahunnya itu, Tuhan berkehendak lain, Benny dipanggil Sang Ilahi, 9 Juni 2020 lalu. Benny meninggal diusia yang hampir 74 tahun. Ia mengidap diabetes dan ginjal. Bahkan sejak 2018 lalu, Benny telah menjalani cuci darah.

“Sebelum ini papa saya memang sudah sakit, memang kondisinya sudah menurun. Ada masalah dengan diabetes, dengan ginjalnya juga, jadi sudah cuci darah dari Oktober 2018. Jadi mulai dari April, Mei itu makin menurun, makin ke sini akhirnya bulan Juni ya sudah. Kita juga enggak mau paksain. Papa perjalanannya sudah panjang, sudah 74 tahun,” ujar Sang Anak, Barry Likumahuwa.

Foto Barry Likumahuwa. (Foto: Dokumentasi)

Dengan perginya sang ayah membuat keinginan keluarga dan Barry untuk merayakan ulang tahun sang ayah yang ke-74 pun pupus sudah. Padahal sudah ada rencanan para keluarga akan kumpul semua untuk merayakan ulang tahun sang ayah. Diakui Barry juga, menjelang ultah ayahnya itu dia sempat berdoa agar ayahnya diberi umur panjang, jadi masih bisa diberi kesempatan merayakan hari jadinya.

Disinggung soal firasat jelang kepergian sang ayah diakui Barry, ia tidak memiliki firasat apa-apa. “Kalau firasat sih kan karena sudah dekat-dekat ulang tahunnya. Bukan firasat sih, tapi kayak apa ya, karena kan orang biasanya meninggal itu dekat-dekat hari ulang tahun atau sesudahnya, jadi saya cuma berdoa kalau memang masih bisa sampai 18 Juni, saya dan keluarga  pengin ngerayain ulang tahun dia yang ke-74,”jelas Barry Likumahuwa

Meski harapannya untuk masih bisa bersama sang ayah dihari ulang tahun  sang ayah  kandas, Barry yang juga menekuni music jazz mengikuti jejak ayahnya ini sudah mengiklaskan kepergian ayahnya.

“Ya saya merelakan saja, ikhlas saja. Pasti ini yang terbaik kan. Tuhan tahu yang terbaik,” tutur pria berusia 36 tahun ini.

Mengenai sosok seperti apa mendiang di mata Barry? Dengan tegas Barry mengatakan kalau ayahnya adalah sosok yang dikenal sangat idealis dan perfeksionis. Meski begitu tidak sedikit musisi jazz yang menjadikannya sebagai sosok panutan, termasuk Barry. Hal itu membuat Barry sangat bangga terhadap mendiang ayahnya dan ia berniat akan tetap melanjutkan perjuangan sang ayah melestarikan dan menjaga musik jazz.

“ Ayah  dengan musisi muda tidak pelit ilmu,  di sisi lain orangnya juga idealis, perfeksionis  dan jenius. Sangat  obyektif, jelek bilang jelek dan bagus bilang bagus. Dia apa adanya. Sepanjang hidup main musik bareng dengan dia, pujian baru 5 sampai 6 kali ia berikan ke saya. Dan kalau keluar kata pujian dari ayah berarti itu udah bagus banget,” tandas Barry Likumahuwa.

“ Menjadi tanggung jawab saya memperjuagkan musisi jazz Indonesia dan harus melestrikan musik jazz di Indonesia gimana caranya dan bisa menghadirkan musik jazz yang bisa diterima banyak orang. Karena ini adalah  keinginan ayah dari dulu,” jelas  Barry Likumahuwa menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here