Perseteruan yang makin memanas antara aktor sekaligus penyanyi religi, Syakir Daulay dengan pemilik label musik Proaktif, Agi Sugiyanto. Kasus jual beli akun Youtube Syakir Daulay dengan ProAktif tersebut memanglah  belum kelar. Agi Sugiyanto sebelumnya melaporkan Syakir ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Syakir diduga melakukan dugaan pencemaran nama baik, dalam ucapannya di media sosial instagram atas perjanjian jual beli akun youtube dengan ProAktif. Namun setelah sadar dirinya diperbudak, artis yang masih berusia 18 tahun ini pun melakukan serangan balik.

Syakir pun mengajukan gugatan perdata kepada Agi Sugiyanto bersama label musik ProAktif ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 9 Juli 2020 lalu. Hal ini juga disebabkan banyaknya kejanggalan pada kontrak yang diberikan Proaktif kepada Syakir yang dianggap terlalu menekan Syakir.

“Pertama pembuatan curang pada proses pembuatan perjanjian, pembelian akun itu lewat perjanjian dan kurang karena mengandung sejumlah hal yang tidak memenuhi syarat perjanjian itu dibuat Poin kedua isi perjanjian tidak seimbang itu berlaku seumur hidup padahal kerjasama pengelolan akun tapi seharusnya memuat tentangg kurun apa yang dilakukan bisa berdiri sendiri tapi ada kurun waktu”

Tindakan Syakir menggugat balik ini pun disambut tenang oleh Agi Sugiyanto. Dan apa yang diutarakan oleh Syakir dan kuasa hukumnya ditepis oleh Agi Sugiyanto. Sebagai seorang yang sudah puluhan tahun berkecimpung di industri musik, Agi Sugiyanto merasa tahu persis seperti apa perjalanan panjangnya sebelum ia melakukan suatu perjanjian dan ia merasa dialah yang paling merugi. Satu sisi Syakir pun merasa sangat dirugikan karena merasa proaktif belum sepenuhnya melakukan kewajibannya hingga ia merasa dirugikan. Terlebih saat ia diminta proaktif untuk membuat 4 konten dalam satu minggu. Karena itu Syakir menuntut ganti rugi sebesar 100 milyar kepada proaktif.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here