Foto kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan pesinetron Aliff Alli kepada mantan isterinya. (Foto: Dokumentasi)

Proses hukum untuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan pesinetron Aliff Alli kepada mantan isterinya, Julia Aska atau Aska Ongi dan juga kasus dugaan pemalsuan akta kelahiran anaknya masih terus berlanjut. Kemarin, 27 Juli 2020, adik  Miller Khan tersebut melakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Aliff yang berkewarganegaraan Malaysia itu diperiksa selama 10 jam atas tuduhan pemalsuan dokumen akta kelahiran putrinya, Alyssa Ismillah Khan. Dan jika biasanya Aliff yang selalu menghindar dari awak media, akhirnya mau memberikan penjelasan usai menjalani pemeriksaan. 

“ Sebelumnya saya minta maaf kenapa selama ini saya nggak muncul tentang berita-berita yang saya berselisih dengan Julia Aska. Selama ini saya masih menahan diri untuk tidak tampil ke depan untuk berita-berita  yang di tampilkan Aska dan lawyernya karena saya melihat masalah keluarga saya dan saya punya anak yang masih berusia satu tahun. Saya menjaga itu,” jelas Aliff Alli. 

“ Tadi sekitar 52 pertanyaan, dari pagi sampai sekarang, sekitar 10 jam. Alhamdulillah saya bisa menjawab semuanya, “ tambah Aliff Alli soal pemeriksaan yang ia jalani di Polda Metro Jaya. 

Pada kasus pemalsuan akta kelahiran putrinya, Aliff diduga sudah mengubah alamat tempat tinggal Aska yang beralamat di Jakarta Selatan pindah ke Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan Aliff untuk menguatkan status dirinya sebagai ayah dari Alyssa agar memiliki hak untuk bertemu. Sejak berpisah, anaknya itu memang sudah tinggal bersama Aska. Dan saat dikonfirmasi, Aliff membantah kalau dirinya sudah melakukan pemalsuan terhadap akta kelahiran anaknya itu. 

“ Soal pemalsuan akte lahir anak saya, saya tidak memalsukannya, tapi saya tidak bisa beromentar bayak karena saya menghargai pihak yang berwajib,” terang Aliff Alli yang juga mengaku selama ini merasa sulit bertemu dengan putrinya hingga ia mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia alias KPAI untuk meminta bantuan supaya bisa bertemu dengan anaknya. 

“ Susah sekali, berbagai macem upaya kita lakukan bahkan di tahun lalu ada upaya saya dengan kuasa hukum dan mediator untuk  bermediasi agar saya bertemu anak,  tapi diusir dan dia membawa wartawan dan orang yag di sebut pegawai imigrasi, mencaci maki dan mengancam saya  bahkan hampir mencelakai kuasa hukum saya,  makanya saya melarikan diri,” tandas Aliff Ali lebih lanjut. 

Foto tuduhan Aska jika Aliff tidak pernah memberikan nafkah kepada anaknya. (Foto: Dokumentasi)

Sedangkan mengenai tuduhan Aska jika Aliff tidak pernah memberikan nafkah kepada anaknya, Aliff pun menyangkalnya dengan menyebut sang anak baru berusia satu tahun, jadi dia belum bisa minta. “Paling makan sama tempat tinggal, dua minggu setelah dia dating ke rumah aku hanya buat beli pampers satu juta,” 

Tidak hanya itu, pria berusia 28 tahun ini juga membantah tentang dirinya yang disebut-sebut melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap Aska Ongi yang kala itu masih menjadi berstatus sebagai isterinya. Selain itu, Aliff juga membantah kalau foto Aska yang mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya yang diperlihatkan Aska di media sosial itu tidak sesuai dengan BAP dan visum dokter. 

“ KDRT  itu tidak benar, saya tidak pernah melakukan  penganiayaan berat, pemukulan dan lainnya, justr saya yang banyak kena serangan fisik dan mental dari Aska. Laporan yang ada di pasal dan BAP  yang ada di Polres Jaksel kami ikuti  tidak sesuai sama sekali dan foto yang beredar tidak sesuai dengan  badan visum. Jadi saya benar-benar  tidak bertanggung jawab karena bukan saya yang melakukannya,” papar Aliff Alli. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here