Jangan Biasakan Memendam Emosi Kamu, Ini 5 Bahayanya! 

Foto.introvert mungkin terbiasa memendam perasaan dan emosi alias tidak mengekspresikannya ke luar. (Foto: freepik.com)

Bagi kamu yang introvert mungkin terbiasa memendam perasaan dan emosi alias tidak mengekspresikannya ke luar.Tapi tahukah kamu  terbiasa menyimpan semuanya sendiri dan tidak membagikannya ke orang lain itu membuat beban pikiran dan mental kamu menjadi bertambah. Bahkan menyembunyikan pikiran dan perasaan agar tidak diketahui oleh orang lain justru malah dapat menimbulkan banyak masalah untuk diri kamu sendiri. Termasuk kesehatan fisik dan mental kamu. 

Lebih jelasnya seperti terangkum dari berbagai sumber, inilah 5 bahaya memendam emosi: 

1.Menimbulkan energy negatif dan Menganggu Fungsi Organ Tubuh.

Ketika emosi tidak dikeluarkan, energi negatif hasil dari emosi tidak pergi dari tubuh dan akan tertahan dalam tubuh. Energi negatif yang seharusnya dikeluarkan menjadi tersimpan dalam tubuh dan dapat mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk otak. 

  1. Meningkatkan risiko penyakit dan kematian.

Energi akibat dari emosi merupakan energi yang tidak sehat bagi tubuh. Energi dari emosi yang ditekan bisa menjadi penyebab dari tumor, pengerasan arteri, kaku sendi serta melemahkan tulang. Lebih parah dapat berkembang menjadi kanker, melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

3.Membawa pengaruh buruk bagi kesehatan fisik dan mental. 

Orang yang sering memendam perasaannya memiliki kemungkinan mati muda setidaknya 3 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengekspresikan perasaannya. Memendam emosi dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung dan juga kanker. 

  1. Dapat menganggu keseimbangan hormon. 

Orang yang terbiasa memendam emosinya akan membawa pikiran negatif dalam tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormon. Hal ini meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan kerusakan sel, seperti kanker.

  1. Rentan terhadap inflamasi (peradangan)

Adanya hubungan antara ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi dan kerentanan terhadap inflamasi atau peradangan. Orang-orang dengan diagnosis ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi, juga dikenal sebagai Alexythymia, memiliki kadar zat kimia inflamasi, seperti protein C-reaktif sensitivitas tinggi dan interleukin yang lebih tinggi dalam tubuh. Sebaliknya, orang-orang yang didorong untuk bertukar perasaan dan mengekspresikan emosi akan memiliki kadar penanda inflamasi dalam darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang memendam perasaan mereka untuk diri mereka sendiri. 

Dengan begitu memendam emosi dapat memicu penyakit dalam tubuh. Zat penanda inflamasi ditemukan lebih tinggi pada orang-orang yang tidak bisa mengekspresikan emosi mereka. Karena itu orang yang tidak bisa menyalurkan pikiran dan perasaannya dapat terserang berbagai macam penyakit.

Semua bahaya itu membuat beberapa ahli pun menyarankan agar kamu membiasakan diri untuk dapat mengutarakan emosi yang dirasakan, terutama emosi yang menyedihkan, agar kesehatan fisik dan mental kamu tetap terjaga. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here