Jalani Pemeriksaan Selama 10 Jam di Metro Polda Metro Jaya, Anji Merasa Lelah 

Foto Anji dilaporkan pada 3 Agustus 2020 lalu atas kasus dugaan penyebaran berita bohong. (Foto: liputan6.com)

Anji harus terlibat urusan hukum. Usai dilaporkan pada 3 Agustus 2020 lalu atas kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait obat covid-19, Senin kemarin, 10 Agustus 2020 Anji dipanggil pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya. 

Foto pemeriksaan yang berlangsung selama 10 jam tersebut, Anji dicecar hingga 45 pertanyaan. (Foto: detik.com)

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 10 jam tersebut, Anji dicecar hingga 45 pertanyaan, salah satunya terkait tujuan mengunggah serta menyebarkan video hasil wawancara dengan Hadi Pranoto. Meski mengaku terkejut niat baiknya justru membawa dampak yang buruk terhadap dirinya, namun Anji siap menebus kesalahannya dengan mengikuti proses hukum yang berjalan. 

Selain itu ia juga akan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia atau IDI untuk memberikan informasi terkait uji klinis temuan obat tersebut. Dan pertama kali menjalani pemeriksaan, Anjipun mengaku lelah dan merasa tidak nyaman. 

“ Saya baru pertama kali dilaporkan seperti ini dan pertamakali menjalani pemeriksaan dari jam 10 pagi, ada sekitar 45 pertanyaan butirnya sampai E dan saya pegel sih dan belum makan malam. Dari 45 pertanyaan identitas saya, dunia Manji tentang kronologi kejadian ketika itu. Jadi saya ditanyakan banyak. Intinya materi pokok perkaralah dan klarifikasi,” papar Anji. 

Ditegaskan oleh Anji juga, saat itu ia merasa materi yang ada siang itu bermanfaat untuk dibagikan karena bisa  memberikan harapan buat Anji plus karena disitu tidak ada jual beli, jadi tidak ada keuntungan baik buat si Hadi Pranoto maupun buat Anji. Karena itu Anji lakukan wawancara itu. 

Menurut Anji, wawancaranya dengan Hadi tersebut adalah kebaikan untuk dibagikan, namun Anji tidak menyangka justru malah membawa impact buruk baginya. Meski begitu Anji siap menghadapi proses hukum. 

“ Klarifikasi saya, saya bersedia bekerjasama dengan IDI untuk menyampaikan informasi yah sebagai pembalas kesalahan saya. Jadi  saya bersedia melakukan kerjasama bukan titipan,  tapi saya mendapatkan banyak masukan-masukan  aja dari banyak pihak. Semoga cepat selesai lah ini karena menurut saya nggak enak dan meletihkan,” tandas Anji. 

Seperti diketahui proses hukum Anji ini merupakan kelanjutan dari  pelaporan Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid terhadap Anji dan Hadi memenuhi unsur persangkaan UU ITE. Dan sebelumnya, Anji juga sudah sempat minta maaf secara langsung melalui video yang ia unggah di vlog miliknya. Dalam video tersebut Anji pun melakukan klarifikasi terkait sosok Hadi Pranoto yang rupanya adalah orang yang baru dikenalnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here