Terciduk Polisi, Sang Isteri Kaget Anton J-Rock Pernah Gunakan Ganja 7 Tahun Lalu 

Foto grup band J-Rock sang drummer Anton Rudi Kelces kembali dijerat kasus Narkoba. (Foto: Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Kalangan selebriti kembali dijerat kasus Narkoba. Kali ini menimpa salah satu personel grup band J-Rock, sang drummer, Anton Rudi Kelces yang  ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Pelabuhan Tanjung Priok di kediamannya di kawasan Serpong, Tangerang pada 21 Agustus 2020 lalu. Anton kedapatan menyalahgunakan narkoba jenis ganja. Tidak sendirian, Anton ditangkap bersama 3 rekan lainnya, Muslihyadi dan Dyansiwi Nugroho yang merupakan kru band J-Rock serta Wijaya yang merupakan mantan kru band J-Rock juga. 

Foto sang drummer, Anton Rudi Kelces. (Foto: celebrity.okezone.com)

Dari hasil penyelidikan, keempat tersangka dinyatakan positif sebagai pengguna. Sementara itu 2 diantaranya, Muslihyadi dan Dyansiwi Nugroho juga merupakan pemasok. Dan dari penangkapan tersebut pun pihak kepolisian mengamankan barang bukti sebanyak 1 kg ganja kering  melalui jasa pengiriman yang diterima Muslihyadi dari penjual berinisial D yang kini menjadi DPO atau daftar pencarian orang. 

Dengan penangkapan Anton beserta ketiga rekannya itu pun seolah menjadi jalan pembuka bagi pihak kepolisian untuk mengembangkan penyidikannya terhadap para personel serta kru lain dari grup band J-Rock terkait adanya keterlibatan terhadap narkoba. Dan Anton pun sempat meminta ungkapkan permintaan maafnya usai penangkapan dirinya. 

“Bukti ganja 1 kg dan 4 tersangka positif pengguna dan keduanya pemasok. Tentang paket 1 kg pesanan Muslihyadi dan masih menunggu satu paket besar lagi dari D yang DPO. Selanjutnya akan berkembang penyelidikan terhadap kru dan personel lainnya,”ungkap Kombes Pol. Yusri Yunus (Kabid Humas Polda Metro Jaya). 

Sedangkan penyebab Anton kembali menggunakan ganja setelah 7 tahun sempat berhenti menurut Kombes Pol. Yusri Yunus karena tidak adanya tawaran pekerjaan lagi usai pembatalan kontrak kerja sejak pandemi covid-19 melanda pada Maret 2020 lalu. Hal itulah yang membuat  Anton akhirnya mengambil langkah yang salah dengan mengkonsumsi narkoba. 

“Job nggak ada, jadi pake dan jual narkoba. Pernah pakai 7 tahun lalu berhenti, dan pakai lagi sekarang. Itu pengakuan dia tapi masih kita dalami sekarang,” ungkap Kombes Pol. Yusri Yunus (Kabid Humas Polda Metro Jaya).

Sementara itu istri Anton, Jihan pun mengungkapkan keterkejutan dirinya serta keluarga karena Anton selama ini tidak pernah menunjukkan gelagat yang mencurigakan selama 24 jam berada di rumah bersamanya. Sang isteri pun mengaku tidak pernah tahu  jika Anton sempat mengkonsumsi ganja 7 tahun lalu seperti yang diungkapkan pihak kepolisian. 

“Keluarga kaget merasa kecolongan selama ini Anton baik. Selama corona nggak ada kerjaan selalu di rumah sama aku tiap hari dan tidak ada yang mencurigakan. Semenjak corona Maret kontrak langsung dibatalin. Ijin keramaian juga belum ada, makanya aku tidak menaruh curiga karena dia selalu bareng aku. Aku juga belum tau sebelummya soal 7 tahun lalu dia pake ganja,” papar isteri Anton, Jihan. 

Atas perbuatan Anton itu ia pun tidak bisa menghindari hukuman yang akan diterimanya lantaran menyalahgunakan narkoba. Anton dan ketiga rekannya dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 114 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup  serta denda sebesar 10 milyar rupiah. 

Sementara itu pihak keluarga dan kuasa hukumnya berharap  Anton bisa direhabilitasi lantaran dirinya merupakan korban dari penyalahgunaan narkoba. 

“Polres masih dalam penyidikan karena masih ada DPO. ARK pemakai. Berharap Anton segera direhab,” ujar kuasa hukum Anton, Milano. 

“Pengennya yang terbaik, Anton menyesal tidak akan melakukannya lagi. Kita berharap dia direhab karena dia kan korban yah,” harap Jihan menegaskan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here