Ini 6 Penyakit yang Harus Diwaspadai Seiring Gejala Sesak  yang Kamu Rasakan! 

Foto Diwaspadai Seiring Gejala Sesak. (Foto: Shutterstock)

Rasa sesak di dada merupakan salah satu sakit yang sedang ditakuti saat pandemi corona seperti ini. Seperti diketahui sesak di dada merupakan satu gejala bagi penderita yang terinfeksi virus corona. Gejala umum infeksi virus corona ini adalah demam, batuk, dan sesak di dada. Gejala-gejala ini akan nampak antara 2-14 hari setelah terinfeksi virus tersebut. 

Jika seseorang mengalami hanya demam dan batuk tanpa gejala lainnya, ia cukup diam di rumah dan melakukan self-quarantine. Namun jika mengalami gejala yang lebih buruk seperti napas yang pendek dan membutuhkan alat bantu, ada baiknya untuk segera dibawa ke rumah sakit karena kemungkinan mengarah ke pneumonia sehingga membutuhkan penanganan medis. Biasanya, akan diiringi dengan gejala lainnya yang juga berbahaya, seperti kesulitan bernapas, kebingungan, nggak mampu bangun, bibir atau wajah yang kebiruan.

Meski begitu jangan terlalu cemas dulu karena sesak di dada tersebut juga dapat berarti gejala dari penyakit lainnya. Dan berikut beberapa sakit lainnya yang memiliki gejala berupa sesak di dada (dirangkum dari berbagai sumber), berikut ini: 

  1. Anxiety atau gangguan kecemasan

Berbagai tipe gangguan kecemasan dapat ditunjukkan dengan gejala fisik, seperti jantung yang berdetak sangat cepat. Salah satu contohnya, panic attack, memiliki gejala seperti kehilangan kendali, berkeringat, tubuh gemetaran, dan kesulitan bernapas. Gejala yang terakhir ini berkaitan dengan rasa sesak di dada.

Panic attack ini dapat memburuk hingga mengalami hiperventilasi atau bernafas terlalu cepat dan terlalu dalam. Ini juga dapat terasa sangat intens sehingga seseorang merasa seperti mengalami serangan jantung atau menganggap dirinya terkena infeksi virus corona.

  1. Asma

Asma mengganggu selat-selat yang mengalirkan udara ke dalam paru-paru untuk menyuplai tubuh dengan oksigen. Jika memiliki asma otomatis kamu akan merasakan sesak di dada  karena ketika saluran pernapasan terganggu, kamu sulit menarik dan mengeluarkan napas. Kesulitan ini dapat membuat dada terasa kencang dan tekanan tersebut. 

Penyebab atau pemicu asma  bisa dari banyak factor seperti  debu, udara dingin, serbuk sari, dan bulu binatang. Bahkan olahraga tertentu dapat membuat jalur udara dalam tubuh membengkak, membuat otot-otot di sekitarnya mengencang. Pada saat yang bersamaan, saluran pernapasan yang panik itu memompa lendir keluar untuk membantu menangani situasi ini.

  1. Refluks asam atau gastroesophageal reflux (GER)

Kondisi ini terjadi ketika cairan pahit dari perut, masuk ke kerongkongan. Jika mengalami refluks asam yang ringan setidaknya dua kali seminggu atau lebih buruk dan terjadi setidaknya seminggu sekali, kemungkinan besar kamu mengalami gastroesophageal reflux yang sudah lebih parah. 

Ketika cairan asam dari perut naik ke kerongkongan, iritasi ini akan menimbulkan rasa nyeri dan sesak pada dada. Ini dikenal dengan istilah heartburn. Makanan atau cairan lambung di mulut pun dapat dirasakan. Sedangkan gejala lainnya, seperti napas yang kurang sedap, mual dan muntah, sulit menelan, gangguan respiratori, dan erosi pada gigi.

  1. Paru-paru yang runtuh atau pneumothorax

Sakit  ini terjadi ketika udara merembes ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini kemudian memberikan tekanan pada bagian luar paru-paru, memaksanya untuk rusak. Di antara berbagai sebab, paru-paru dapat rusak karena sesuatu seperti luka dada atau gangguan paru-paru seperti pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronik. Dan dalam beberapa kasus, orang-orang merasakan sesak di dada

  1. Emboli paru

Emboli paru terjadi ketika sesuatu menghadang salah satu arteri yang mengalirkan darah dalam paru-paru. Sesuatu tersebut umumnya gumpalan darah yang setelah terbentuk pada kaki (biasanya disebut deep vein thrombosis), lepas dan mengalir ke paru-paru. 

Gejala dari emboli paru ini dapat berubah tergantung pada besaran gumpalan dan seberapa buruk memengaruhi paru-paru. Tanda-tanda umumnya adalah rasa sakit dan sesak di dada yang tidak akan hilang, napas pendek yang terjadi secara tiba-tiba, dan batuk berdarah. Emboli paru juga dapat merusak bagian dari paru-parumu, membuatnya sulit untuk bernapas.

  1. Serangan jantung atau angina

Sesak di dada dapat menjadi tanda kalau kamu mengalami serangan jantung atau angina (sakit dada yang disebabkan berkurangnya aliran darah pada jantung dan tanda-tanda bahaya akan terjadinya serangan jantung). Namun jika kamu adalah seseorang yang benar-benar menjaga kesehatan, boleh jadi sesak dada yang kamu alami lebih mengacu pada refluks asam. 

Gejala umumnya dada terasa sakit, tertindih, tertekan  atau sesak. Rasa sakit yang sama dialami pada bagian tubuh lain seperti lengan, leher, rahan, atau punggung. Juga, kamu akan merasa mual, lelah, napas pendek, berkeringat, serta pusing. 

Itulah gangguan kesehatan yang memiliki gejala sesak di dada. Jadi tidak hanya indikasi terkena infeksi virus corona saja. Namun jika merasa sakit di dada kamu memang sudah terasa berat, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang cepat dan sesak di dada kamu itu juga bisa diagnosis dengan tepat. Jangan remehkan sakit di dada kamu ya! 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here