Suami Kamu Sulit Mengucap Kata Maaf? Jangan Langsung Marah dan Ini Alasannya! 

Foto Suami Kamu Sulit Mengucap Kata Maaf? Jangan Langsung Marah dan Ini Alasannya. (Foto: freepik.com)

Dalam rumah tangga, namanya pertengkaran merupakan hal yang lumrah. Namun sebagai seorang isteri kadang kita ingin suami mengakui kesalahannya dan mau mengucapkan kata maaf. Dengan begitu akan membuat hati istri lebih adem dan tidak terlalu kesal atas pertengkaran yang telah terjadi. Namun sebagian besar kaum laki-laki sulit untuk mengucapkan kata maaf. Padahal, sebagai kaum perempuan inginnya suami yang minta maaf duluan dan membujuk istri setelah bertengkar, tapi kenyataannya malah sebaliknya. 

Meminta maaf itu tidak selamanya menunjukan kelemahan seseorang. Namun ada beberapa keuntungan dari seseorang yang meminta maaf lebih dulu, diantaranya bisa memvalidasi perasaan, menyembuhkan keretakan, mengurangi stres dalam suatu hubungan dan menghilangkan rasa dendam. 

Lalu, kenapa kaum laki-laki atau suami sulit untuk meminta maaf? Berikut beberapa alasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber: 

  1. Suami berpikir tidak ada hal yang membuatnya harus minta maaf.

Sebenarnya laki-laki itu mau mengakui kesalahannya, namun mereka memiliki batasan yang lebih tinggi terhadap hal yang menuntut permintaan maaf. Atau mereka merasa ia melakukan kesalahan karena sebelumnya dipicu oleh prilaku isteri. Misalnya suami jadi membentak karena sang istri yang sulit diberi arahan atau tidak patuh. Dengan begitu suami merasa itu bukan kesalahan 100% dari dirinya hingga ia merasa tidak perlu meminta maaf kepada istrinya. 

  1. Meminta maaf membuat merasa lemah  dan tidak kompeten. 

Masih ada anggapan di benak kaum laki-laki kalau ia meminta maaf berarti dirinya lemah, merasa ada sesuatu yang terambil darinya sehingga merasa lebih rendah dalam beberapa hal, seperti kurang kompeten, kurang cerdas dan kurang setara. Bahkan lebih parah lagi merasa ada  penghinaan yang membuatnya kehilangan muka di hadapan orang lain yang mendengar ucapan maaf darinya. Terutama untuk perempuan yang ia cintai dan siapapun yang menganggap dirinya sebagai sosok  yang baik. 

Padahal ini tidaklah benar. Namun karena bagi laki-laki  harga diri lebih penting daripada perasaan pasangannya membuatnya malu meminta. Namun bukan berarti laki-laki yang tumbuh dalam konteks ini tidak pernah meminta maaf. Hanya saja, mereka akan meminta maaf untuk kesalahan yang dianggap  serius.

  1. Berbeda pandangan dengan istri soal permintaaan maaf. 

Suami sulit mengucap kata maaf karena memiliki perbedaan pandangan soal permintaan maaf dengan istri. Satu sisi perempuan cenderung meminta maaf atas segalanya untuk menjaga hubungan yang sehat. Namun laki-laki tidak seperti itu karena laki-laki berpikir meminta maaf atas apa pun yang bukan kesalahannya adalah hal bodoh.

  1. Suami membawa beban emosional untuk mudah meminta maaf. 

Beberapa laki-laki merasa dipaksa menjadi ‘dewasa’ ketika tumbuh. Jadi mereka diharuskan untuk mudah meminta maaf kepada keluarga  atau siapapun karena kesalahan kecil sekalipun. Nah ketika dewasa akhirnya mereka merasa lelah untuk terus mengalah dan akhirnya  sulit untuk mengucapkan kata maaf. 

  1. Suami percaya tindakan lebih berbicara daripada sekedar kata-kata. 

Suami sulit mengucap kata maaf karena ia percaya tindakan lebih berbicara daripada kata-kata. Karena itu mereka mengantikan ucapan maafnya dengan sikap atau tindakan  yang mereka tunjukan kepada isterinya. Diantara tindakan yang merupakan cara lain suami untuk meminta maaf, seperti memberi bunga untuk istri, melakukan tugas rumah dengan mencuci piring dan menyapu rumah atau sekedar menyapa lewat chat. 

Hal itu membuktikan kalau suami sebenarnya  berusaha memperbaiki hubungan dengan istri, tapi mungkin memang sulit mengungkapkannya  secara lisan. Dan sebagai istri seharusnya bisa memahami dan  bersabar supaya suami dapat lebih mudah untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf secara lisan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here