Gara-gara Sengketa Tanah dan Dugaan Kasus Penipuan, Mat Solar  Penjarakan Guru Ngaji

Foto H. Muhammad Idris, S.Ag. (Foto: YouTube/Wartabuana Channel)

Kasus sengketa tanah antara Nasrullah alias Mat Solar aktor sinetron Bajaj Bajuri dengan H. Muhammad Idris S.Ag, seorang guru ngaji makin meruncing. Hal ini membuat Mat Solar yang belum  sepenuhnya membaik usai mengalami stroke pada 2015 lalu itu harus terlibat  kasus hukum. 

Komedian asal Betawi tersebut telah memidanakan seorang guru ngaji bernama Idris tersebut akibat sengketa tanah. Mat Solar melaporkan pria berusia 66 tahun tersebut terkait jual beli tanah yang terkena proyek jalan Tol Serpong – Cinere dan mendapat kompensasi senilai 3,3 milyar rupiah. Mat Solar menuding Idris telah melakukan penggelapan dan penipuan atas tanah yang dianggap miliknya.  Dan kasus sengketa tanah tersebut pun kini telah memasuki persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang dengan agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi saksi pada 3 September 2020 lalu.

“Kronologi jual tanah surat tidak lengkap, jadi Mat Solar tidak mau  (surat tidak lengkap terjadi kesepatan mat solar dan HJ. Idris dijual dibawah tangan). Info 3 M minta kerohiman 10% jadi sekitar 300 juta dengan awal beli hanya 85 juta. Jadi diduga ada tindak pidana penggelapan. Akhirnya jadi perkara dan dilaporkan penggelapan dan penipuan. Masuk persidangan dan termasuk saya jadi saksi pelapor,” ungkap Rusnadi (Kakak/ Kuasa Hukum Mat Solar).  

“Seharunya 3 M tapi pak Idris sudah menerima 254.173.683 rupiah,” jelas Arif Budi Cahyono (Humas Pengadilan Negeri Tangerang) menambahkan. 

Foto Dr. H. Endang Hadrian, S.H., M.H. (Foto: YouTube/Wartabuana Channel)

Sidang pun semakin memanas setelah eksepsi Dr. H. Endang Hadrian SH, MH selaku kuasa hukum Idris ditolak Majelis Hakim dalam sidang putusan sela pada Selasa, 1 September 2020 lalu. Dalam eksepsinya tersebut, Endang Hadrian menyatakan tuntutan David Ricardo, S.H selaku Jaksa Penuntut Umum kurang cermat dan terlalu dipaksakan sehingga terkesan mengkriminalisasi kliennya.

Atas penolakan itu juga maka sidang sengketa tanah senilai Rp. 3,3 miliar rupiah terus bergulir ke tahap pembuktian dan pemeriksaan saksi-saksi. Endang pun sudah mempersiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang akan meloloskan kliennya dari jerat hukum yang terkesan dipaksakan itu.

Endang memaparkan, klien sempat menandatangani akte jual beli ketika di dalam penjara. Namun kliennya menolak menandatangani perjanjian perdamaian. Berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki, Endang merasa yakin jika kasus ini sangat dipaksakan.

Foto Ahmad Nahrowi. (Foto: YouTube/Wartabuana Channel)

Sementara itu, Ahmad Nahrowi, putra sulung terdakwa mengaku pernah berusaha memohon kebijaksanaan Mat Solar agar membebaskan ayahnya dari penjara namun ditolak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here