Miliki Bukti Transaksi Jual Beli Tanah, Dik Doank Tenang Hadapi Gugatan Ahli Waris  Madi Kenin

Foto Artis Dik Doank. (Foto: Dokumentasi)

Artis Dik Doank belum bisa bernafas lega. Pasalnya, kasus gugatan sebesar 5,5 Milyar oleh ahli waris keluarga Madi Kenin terkait tanah seluas 2.500 meter persegi yang telah menjadi sekolah alam kandang Jurank Doank masih terus berlanjut. Pihak keluarga Madi Kenin yang diwakili oleh ketiga anaknya terus berupaya untuk mendapatkan hak atas tanah orang tua mereka yang kini dikelola  oleh Dik Doank tersebut.

Masuk ke ranah hukum, gugatan sengketa tanah ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Sebelumnya, ahli waris Medi Kenin telah melayangkan somasi, namun pihak Dik Doank terkesan santai menanggapinya. 

“Saya sebenarnya sudah 20 tahun yang lalu kandang Jurang Doank  sudah menjadi wakaf bagi saya dan orang-orang. Kalo tanah yang   sudah di wakafkan ini terus digugat ya  terserah. Saya ngak punya apa-apa, doakan agar saya tidak punya apa-apa agar saya mati tidak ada tanggung jawab apa-apa,” ujar Dik Doank.

“Tanah saya nih bukan ini aja. Allah juga menitipkan yang lain.

Saya juga punya tanah sertifikat masih punya yang  lain, saya beli udah di bank 6 tahun nyicilnya. Gue  dah datang ke BPN. Tapi yang dituntut berubah-ubah,” tambah Dik Doank menjelaskan. 

Diakui pria berusia 52 tahun ini, pada awalnya ia membeli lahan sekolah alam kandang Jurank Doank dari 4 orang yang berbeda secara bertahap. 600 meter persegi dibeli dari Ade Lusi pada 34 September 2003, lalu pada 25 Oktober  2002 dibeli seluas 615 meter persegi dari Edwar Palendang. Kemudian dibeli lagi seluas 330 meter dari Sri Mulyani dan 500 meter persegi dari Arawita. Atas semua pembelian Dik Doank tersebut memiliki bukti transaksi jual beli yang dilakukan pada 20 tahun silam. Inilah yang menyebabkan Dik Doank tidak terlalu khawatir saat disomasi karena ayah 3 orang anak ini merasa miliki bukti kuat 

Foto uasa Hukum Dik Doank, Dedy DJ, S.H. (Foto: Dokumentasi)

“Ada sekelompok orang yang mendatangi kandang Jurang Doank sempet memberi ancaman terhadap  istrinya dan di respon positif oleh istri beliau, dan akhirnya mereka mengrimkan somasi di dalamnya dalilnya mereka adalah ahli waris Madi Kenin. Orang tua mereka pemilik lahan Kandang Jurank Doank. Mereka nyatakan bahwa lokasi itu milik orangtua mereka dan belum pernah di jual belikan  dan somasi. Kami respon silahkan saja mengklamin karena  kami punya bukti kuat kepemilikan tanah tersebut,” jelas Kuasa Hukum Dik Doank, Dedy DJ, S.H. 

Meski terkesan tenang  dan iklas atas gugatan yang dilakukan orang yang mengaku ahli waris Medi Kenin, tapi sebagai warga negara yang baik dirinya tetap taat hukum dan datang ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk menyelesaikan gugatan yang telah dilayangkan kepadanya itu. 

“Saya ikhlaskan aja, silahkan digugat saya kan orang yang cinta Indonesia. Saya dipanggil saya datang ke Pengadilan. Saya hanya takut sama Allah. Saya nggak lari, saya nanti juga di kubur di tanah 1×2, nggak lebih dari sajadah. Ikhlas nggak ada barometernya, ikhlas itu kunci surga. Saya sudah di jalan Allah, tapi kalo di cari berarti dunia butuh saja,” tandas Dik Doank yang benar-benar sudah berhijrah ini. 

Lalu bagaimana dengan resiko terparah kalau seandainya Dik Doank harus melepas begitu saja usaha yang sudah dirintis sejak 20 tahun silam dengan kerja kerasnya itu, siapkah Dik Doank? 

“Kalo kasus ini hampir 20 tahun dan baru muncul saya nggak tahu. Saya tidak ingin bermusuhan dengan siapapun. Saya tidak ingin menzholimi orang. Saya bikin ini buka karena  kepedulian, bukan karena menuntaskan kemiskinan, tapi karena Allah dan  perbuatan yang baik untuk ummat,” tegas Dink Doank. 

Namun disatu sisi Dink Doank juga bisa juga bebas dari tuntutan. Hal ini dinyatakan oleh kuasa hukum Dik Doank. Dedi DJ menjelaskan sidang perkara sudah dua kali disidangkan, 23-25 Agustus dan 16 September lalu. Dua materi sidang itu belum masuk materi pokok gugatan disebabkan ada beberapa tergugat yang tidak jelas domisilinya saat ini. Hal tersebut membuat pihak hakim memberi kesempatan pada penggugat untuk mencabut laporan atau melengkapi berkasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here