Berjuang Melawan Kanker Getah Bening, Umi Pipik Coba Terapi Sedot Lintah

Foto Umi Pipik. (Foto: YouTube/SCTV | Halo Selebriti)

Meski mengaku sakitnya sudah tidak separah 3 tahun yang lalu, namun Umi Pipik tetap harus berjuang melawan sakit kanker getah bening yang dideritanya itu. Isteri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori ini menerima dengan iklas sakitnya itu sebagai salah satu cobaan dalam hidupnya. Umi Pipik yakin kalau Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya. Pemilik nama asli Pipik Dian Irawati ini juga tetap semangat memikul tanggung jawabnya sebagai single parents dari keempat anaknya. 

Seperti diketahui Umi Pipik divonis dokter menderita sakit tumor getah bening atau tiroid sudah lama. Dan ia pun cukup lama menyembunyikan sakitnya itu kepada anak-anaknya dan juga keluarga besarnya. Hal ini dilakukannya karena tidak mau anak-anaknya sedih dan khawatir. Kini, disaat anak-anaknya sudah mulai besar, umi Pipik baru mau menceritakan sakitnya itu dan tentu saja sikap Umi Pipik sempat merahasiakan sakitnya itu mendapat protes dari anak-anaknya. Dan saat ini Umi merasakan dirinya tidak bisa capek karena kalau capek sedikit langsung demam dan sakit kepala. 

“Itu sudah dua tahun lalu sakit getah bening. Saat ini  yang saya rasakan agak aneh di leher saya kok besar bengkak. Kalo  capek sedikit demam dan sakit kepala yang luar biasa. Awalnya ngerasain sakitnya itu waktu saya dakwah di Kalimantan dan pas pulang ke hotel kok demam tinggi sakit. Pas pulang aku ke dokter dan di cek ada pembengkakan kelenjar getah bening,” ungkap Umi Pipik. 

Foto Umi Pipik dan Profesor dr.Deby Vinski. (Foto: YouTube/SCTV | Halo Selebriti)

Diluar dugaan Umi Pipik, ia menderita sakit tumor yang cukup ganas itu. Pasalnya selama ini ia adalah orang yang rutin menjaga kesehatan tubuh dan fisiknya. Karena itu juga membuat Umi Pipik sempat berkonsultasi kepada temannya, Profesor dr.Deby Vinski. Dari beliaulah Umi Pipik disarankan untuk memeriksakan langsung ke dokter internis. Hasilnya membuat Umi Pipik kaget karena saat itu ia sudah disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan benjolan tiroid di lehernya itu. 

“Sudah diperiksa dan di rontgen ada benjolan dileher tapi tidak ganas. Pipik takut sekali untuk operasi, jadi semoga bisa mengecil di beri terapi sportif melihat apakah ada yodium yang kurang ternyata tidak ada atau ada infeksi sebelumnya. Jadi sekarang kadar tiroidnya di bikin normal dan setelah itu menghilang  di beri semua vitamin dan tetap perawatan,” jelas Prof.dr. Deby Vinski.

“Saat itu harus di operasi tapi aku takut karena almarhum ayah udah ada penyakit seperti itu, dari situ aku takut  operasi, makanya aku hubungi professor,” ujar Umi Pipik menambahkan. 

Takut operasi akhirnya Umi Pipik memilih pengobatan alternatif sedot lintah dan terus konsumsi obat dokter. 

“Coba  untuk terapi altefnatif akupuntur dan  sedot lintah. Dulu sama Uje juga sempat sedot lintah, lumayan 5 lintahnya. Lintah memasukan enzim ke tubuh kita, rutin dan tetap ikhtiar,”jelas Umi Pipik. 

Foto Abidzar. (Foto: Dokumentasi)

Mengetahui kondisi sang Umi, sebagai anak kedua dan laki-laki paling besar, Abidzar pun mulai menyadari jika dirinya tidak bisa membiarkan Umi terus berkerja keras untuk menghidupi keluarganya. Hal ini membuat Abidzar memilih meninggalkan sekolah dan merintis karir di dunia sinetron. Selain Abidzar, anak sulung Umi, Adiba juga mulai terjun ke dunia hiburan, khususnya tarik suara. Semua yang dilakukan anak-anak Umi ini bukan sepenuhnya karena keinginan mereka ingin menjadi selebriti, tapi karena ingin membantu sang bunda yang selama ini sudah menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka. Hal ini tentunya membuat Umi Pipik haru sekaligus bangga kepada kedua anaknya itu. 

“Saya sebagai orang tua sudah pasti inginkan yang terbaik buat anak-anak saya dan saya bukan orang tua yang suka memaksa anak. Saya hanya mengarahkan anak anak, saat dipuji  jangan takabur, dicerca jangan tumbang. Pesen saya sebagai orangtua mereka  bisa jaga diri dan bisa tetap bermanfaat bagi orang banyak. Sukses mereka saat mereka bisa menebar kebaikan, yang penting mereka focus, jangan setengah-setengah,”tandas Umi Pipik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here