Jerinx Dituntut 3 Tahun Penjara,”Tidak Mengerti Kenapa Saya Sampai Masuk Penjara?” 

Foto Jerinx jalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian melalui media elektronik yang disiarkan secara live streaming dari Pengadilan Negeri Denpasar. (Foto: YouTube/PN Denpasar)

Sidang kasus drummer Superman Is Dead (SID), Jerinx masih terus berlanjut. Selasa (3/11/2020) lalu sidang Jerinx atas kasus ujaran kebencian yang dilontarkannya itu  digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Sidang beragendakan pembacaan surat tuntutan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Dalam sidang akhirnya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memutuskan Jerinx mendapat tuntutan 3 tahun penjara. Didasarkan pada pemeriksaan saksi dan fakta persidangan. Jaksa penuntut umum pun memastikan Jerinx SID bersalah.

“Persidangan perkara Jerinx, Selasa tanggal 3 Nopember jam 10 di ruang sidang Cakra pengadilan negeri Denpasar dengan acara tuntutan pidana akan disiarkan secara langsung (live streaming) pada Channel YouTube link https://youtu.be/7POMZgeKfhQ,” jelas Kepala PN (KPN) Denpasar, Sobandi sebelum sidang.

“Menuntut I Gede Ary Astina alias Jerinx penjara 3 tahun penjara, denda Rp 10 juta, subsider 3 bulan kurungan,” kata tim JPU saat sidang. 

Tidak hanya dituntut 3 tahun penjara, pria bernama asli I Gede Ary Astina juga dituntut membayar denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sedangkan Pertimbangan JPU menuntut 3 tahun penjara adalah, Jerinx seolah tidak menyesal atas perbuatannya memosting ‘IDI Kacung WHO’. Jerinx juga dianggap telah melukai dokter yang saat ini berjibaku menangani covid-19 yang masih mewabah. Sedangkan hal yang meringankan bagi Jerinx adalah sebelumnya dirinya tidak pernah dihukum. 

Saat disinggung soal menyesal atau tidak Jerinx telah mengunggah ujaran kebencian ‘IDI Kacung WHO’ tersebut diakui pria kelahiran Kuta, 10 Februari 1977 itu dirinya mengetahui ada aturan tertentu yang mengatur, seperti UU ITE. Dan ia pun meminta maaf kalau ada IDI yang merasa sakit hati dengan kata-kata unggahannya itu. 

“Maksud saya bukan untuk menyakiti hati mereka, bukan untuk membubarkan mereka. Tapi sebatas meminta tanggapan segera, karena ini menyangkut nyawa bayi,”tandas Jerinx. 

“Yang saya rasa, kenapa proses diskusi atau mediasi tidak diadakan? Dan saya juga tidak mengerti kenapa saya sampai harus masuk penjara,”ujar Jerinx yang tidak terima dirinya dituntut 3 tahun penjara. 

Sementara itu alasan PN Denpasar melakukan sidang dengan disiarkan secara langsung agar memudahkan masyarakat bisa menyaksikan jalannya persidangan tanpa datang ke PN Denpasar.

“Masyarakat dipersilahkan menyaksikan persidangan tersebut, baik hadir langsung ke pengadilan maupun melalui YouTube dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” terang PN (KPN) Denpasar, Sobandi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here