Demi Bertahan Hidup Selama Pandemi, Barbie Kumalasari Jual Mobil Mewah dan Koleksi Berliannya

Foto Barbie Kumalasari. (Foto: YouTube/KH Infotainment)

Selama pandemi covid 19 memang berdampak kepada semua kalangan, termasuk kalangan selebriti. Banyak artis yang masih harus menanggung dampak kalau mereka kehilangan banyak job. Itu juga yang dirasakan oleh artis Barbie Kumalasari. Mantan istri Galih Ginanjar itu mengaku tidak mendapatkan job di awal-awal masa pandemi. Namun sekarang ia bersyukur sudah mulai aktif kembali, terlebih saat ini ia sudah menjadi seorang pengacara dan juga produser untuk suatu program televisi. 

“Awal PSBB sepi banget kerjaan sampai jual asset. Baru sebulan Alhamdulillah semenjak jadi pengacara nanganin kasus, jadi produser sekarang mulai lagi di TV. Tujuh bulan lalu aku cuma  sebulan sekali kerja,”ungkap Barbie Kumalasari. 

Diakui Barbie, saking tidak ada pekerjaan saat itu, Barbie pun sama sekali tidak ada pemasukan. Karena itu ia terpaksa menjual sejumlah asset yang dia miliki, seperti mobil mewah dan berlian demi bisa bertahan hidup. Saat menjual assetnya tersebut Barbie mengakui merugi hingga lima milyar. Namun mau tidak mau ia harus menerima kenyataan tersebut karena tidak mudah juga menjual barang ditengah pandemi seperti ini. 

“Saya sampai jual  berlian sama mobil sampai lima. Kalo jual berlian banyak lah sampai rugi lima miliar. Jumlah berlian banyak bangetlah, ya begitulah kehidupan,”aku Barbie Kumalasari.

“Intinya rugi lima milyarlah. Yang dijual lima milyar lebihlah. Ya aku bersyukur nggak ada utang sama orang. Jadi aku nggak pernah kredit ke bank. Jadi punya uang, aku beli aset. Kadang orang maksain sampai KPR ke bank. Jaman PSBB gini susah, aku cash semua,” sambung Barbie Kumalasari.

Tidak ingin berutang kepada orang lain, itulah salah satu alasan Barbie iklas menjual barang-barang mewahnya. Sedangkan mobil mewah yang dijual Barbie untuk bertahan hidup selama pandemi, diantaranya Mercy hingga Vellfire. 

Semua kejadian tersebut membuat Barbie mengaku pandemi memang benar-benar berdampak dalam kehidupannya. Ditambah lagi ia juga memiliki karyawan yang harus digajinya. Semua itu tanggung jawabnya yang harus diembannya. 

“Parah dampaknya, semoga tahun depan lebih baik sih,” harap Barbie Kumalasari. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here