Ifan Seventeen Tidak Mendapat Dukungan Untuk Hidupkan Lagi Band Seventeen

Foto Ifan Seventeen. (Foto: Dokumentasi)

Perseteruan soal pembagian royalty lagu-lagu Seventeen masih terus bergulir. Dan setelah lama diam soal pembagian royalty yang dipersoalkan oleh isteri Almarhum Herman Sikumbang, Julia Mochtar akhirnya Ifan angkat bicara juga. Menurut Ifan sudah sejak jauh hari para pendiri band Seventeen memiliki “Gentlemen Agreement” atau perjanjian tidak tertulis “Hitam diatas Putih” menyangkut soal royalty tersebut. Ditegaskan Ifan pembagian royalty lagu tersebut seharusnya dibagi rata. 

“Disemasa hidup kita punya perjanjian Seventeen bahkan band yang dikontrak Seventeen tuh band keluarga jauh sebelum para istri ada. Apalagi dia isteri kedua. Jauh sebelum itu saat kita masih bujangan kita dah berkomiten itu keluarga dan hasil royalty itu semasa almarhum masih bekerja,” ujar Ifan Seventeen. 

“Perjanjian royalty dan itu sama rata. Itulah yang buat Seventeen  bisa bertahan sampai akhir nafas karena persatuan dan tidak bubar karena uang. Tapi memang bukan hitam diatas putih,”sambung Ifan Seventeen. 

Foto Yudhi Rus Harjanto. (Foto: Channel YouTube/Joddies Rose)

Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu mantan personil Seventeen, eks gitaris Yudhi Rus Harjanto. Melalui chanel youtube pribadinya Yudhi menegaskan memang telah disepakati secara kekeluargaan sejak berdiri Seventeen. Karena menghargai alasan ini jugalah yang membuat Yudhi tidak memindahkan lagu karyanya ke publisher lainnya. 

“Istri Herman mencabut semua asset lagu Herman dipindahkan ke pubiser lain, apa yang di lakukan istri herman wajar aja secara hukum. Tapi kalo secara Gentlemen Agreemen atau kesepakatan yang disepakati keluarga Seventeen dari dulu sampia saya 2018 kemarin itu yang  lebih kuat daripada sebuah kontrak, disitu kita sepakat semua royalty di bagi rata,”tandas Yudhi. 

Jika soal royalty, Ifan dan Yudhi sepakat, namun  tidak begitu untuk niat Ifan menghidupkan kembali band Seventeen. Dengan tegas Yudhi tidak  memberi dukungannya. Diakui Yudhi, sebenarnya keinginan tersebut sangatlah wajar, mengingat Ifan tinggal satu-satunya yang tersisa, jadi ia berusaha untuk mempertahankan band yang sudah membesarkan namanya itu. Diketahui personil lainnya, Herman Sikumbang, Andi dan Bano sudah menjadi korban bencana gelombang Tsunami di Tanjung Lesung, Banten, 23 Desember 2018 silam. 

“Sebenarnya kalo di lihat di sosmedku awalnya aku bentuk ini untuk nama band Seventeen dan ini memang sudah aku dan label rencanakan walau personilnya tinggal satu, tapi Seventeen tetep band. Namun ada pihak-pihak yang  kuarang senang dan berkenan. Sebenarnya bisa gue lawan, tapi gue nggak pengen niat baik gue malah didoain yang nggak baik,”ungkap Ifan Seventeen. 

“Aku pribadi nggak kaget ada keinginan untuk hidupkan lagi Seventeen oleh vokalisnya Ifan. Udah ada  obrolan di wa sama saya. Tapi keputusan aku udah bulat bahwa  saya sebagai founder  nggak setuju Seventeen dihidupkan  lagi atas dasar pertama sebuah etika,  kedua: sejarah dan ketiga: reality,”beber Yudhi. 

Ketegasan Yudhi itu membuat niat baik Ifan untuk menghidupkan Seventeen tidak berjalan sesuai dengan rencananya. Apakah hal ini dilakukan Yudhi karena ia merasa tidak mendapat royalty atas lagu-lagu yang diciptakannya? 

“Ketika kita bicara Seventeen bukan milik satu orang itu, tapi untuk semua keluarga besar. Namun kenyataannya tidak semua keluarga mendapatkannya, terlebih aku. Lagu aku dinyanyikan  terus, tapi apa yang aku dapat, dalih-dalih doang. Jadi kalo mau bantu bantulah dengan iklas,”ujar Yudhi. 

Pernyataan Yudhi itu seolah mengesankan kalau memang ada hubungan yang tidak harmonis diantara keluarga besar Seventeen. Namun untuk hal ini dibantah oleh Ifan. 

“Sebenarnya nggak selisih, kita masih baik-baik saja. Ini tergantung hak orang masing-masing. Hak orang memilih dan dia memilih untuk mengubur nama Seventeen. Balik lagi sebenarnya gue bisa aja lawan karena dia kan sudah mantan, bukan personil Seventeen lagi,”tandas Ifan Seventeen. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here