Foto Ical DA. (Foto: Instagram.com/@ical_da3_majene)

Tanah Air kembali berduka. Belum lama dari kejadian musibah jatuhnya pesawat SJ 182 dan banjir besar yang melanda provinsi Kalimantan Selatan, musibah gempa bumi pun kembali melanda wilayah Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. 

Gempa yang terjadi pada 14 Januari 2021 lalu pada siang hari tersebut memiliki kekuatan magnitude hingga 5,9. Bahkan gempa susulan pun terjadi pada 15 Januari lalu  dengan kekuatan magnitude yang lebih besar mencapai 6,2/ dan kembali berlanjut dan menurun pada 16 Januari dengan kekuatan magnitude 4,8. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyatakan Sulawesi Barat berpotensi diterjang tsunami  jika dalam waktu yang berdekatan terjadi gempa susulan. Dimana salah satunya disebabkan adanya longsong bawah laut. BMKG pun mencatat puluhan gempa susulan terus terjadi di Majene, Sulawesi Barat.

Terjadinya gempa tersebut tentu saja meresahkan semua masyarakat Tanah Air, khususnya bagi pedangdut jebolan Dangdut Academy, Ical yang juga berasal Majene. Apalagi yang mengiris hati, saat ini korban meninggal dunia tercatat mencapai 73 orang. 

Tentu saja sebagai  pedangdut dan putra daerah yang berkampung halaman di Majene, Ical mengaku sangat sedih dan sangat mengkhawatirkan keluarganya yang berada di Majene. Ical tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi keluarga dan semua saudaranya yang berada di sana. 

“Sangat sedih sekali, ini kampung halaman saya juga, jadi banyak saudara di sana dan sampai sekarang kondisi mereka belum tenang karena kemungkinan masih ada gempa susulan,” ujar Ical. 

Namun beruntungnya, keluarga dari juara 1 DA 3 tersebut selamat dari gempa. Meski begitu masih ada yang membuat resah Ical karena sang kakak yang berada di Mamuju belum terdengar kabarnya dan tidak bisa sama sekali dihubungi.

“Alhamdulillah keluarga selamat dari gempa, cuma kakak saya yang berada di Mamuju masih belum ada kabarnya dan belum bisa dihubungi, jadi saya khawatir sekali,”ungkap Ical. 

Semua itu membuat kesedihan Ical masih belum usai. Kekhawatiran serta rasa sedih jelas tampak menyelimuti raut wajah Ical. Pasalnya, selain cuaca yang kurang baik di Majene bisa membuat gemba susulan. Itu berarti  keluarga Ical pun harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dan tidak ingin hanya berdiam diri dan terus merasa khawatir, Ical bersama beberapa temannya mencoba untuk mendirikan posko bantuan di wilayah Majene. 

“Semoga tidak ada gempa susulan. Lindungi semua saudara dan keluarga hamba di Sulbat (Majene). Sulbarku kuat, Sulbar ku bisa melewati semuanya,”harap Ical.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here