Foto Ashanty. (Foto: YouTube/SCTV)

Kabar mengejutkan datang dari penyanyi Ashanty. Istri Anang Hermansyah ini dituding telah menelantarkan anak angkatnya, Muhammad Putra, sang penjual cilok yang viral dijadikan anak angkatnya. Awalnya, Muhammad Putra bersekolah di SD Jurmangmangu, Tangerang Selatan, kemudian Ashanty menyekolahkan Putra ke Pesantren Al Basyir.

Foto Muhammad Putra anak Angkat Ashanty. (Foto: YouTube/The Hermansyah A6)

Dituduh menelantarkan Muhammad Putra, Ashanty juga dituding berhenti membiayai sekolah Putra dan dicurigai hanya menggunakan Putra sebagai daya tarik konten YouTube. Karena berhenti membiayai sekolah akhirnya membuat Muhammad Putra yang kerap disapa Putra tersebut dikeluarkan dari sekolah. Karena itu Putra  merasa kalau janji Ashanty tersebut palsu belaka. 

Foto Muhammad Putra dan Kuasa Hukum Abdul Amim Jauzi. (Foto: YouTube/SCTV)

“Kalo setiap bulan nggak waktu itu, cuma itupun karena Putra minta, kalo di pesantren sekali doang, terakhir ketemu di Bali, terakhir ketemu di youtube waktu pertamakali ketemu bunda. Bunda berjanji karena akan dibiayai pendidikannya. Beberapakali diajak jalan-jalan. Ke pesantren bulan Juli awalnya tidak mau. Saat mempertegas bahwa Putra sudah tidak jadi tangung jawab pihak Ashanty kita nggak masalah. Kami mempertanyakan saja uang pangkal yang sudah dibayarkan pihak Ashanty ke pesantren. Kalo mau melanjutkan dianggap anak baru dan bayar uang pangkal lagi kisaran 15 juta. Kami minta pihak ashanty buat mengurus surat pindah apa status Putra ini,”beber Muhammad Putra dan Kuasa Hukumnya (Abdul Amim Jauzi),”beber Muhammad Putra dan Kuasa Hukumnya (Abdul Amim Jauzi).

Dengan begitu pupus sudah harapan Putra untuk bisa kembali melanjutkan sekolahnya. Bahkan kini, nomor telepon pUtra pun telah di blok oleh Ashanty buat Putra terputus komunikasi dengan ibu angkatnya itu. Tidak hanya itu, Ashanty pun pernah berjanji akan memberikan handphone baru ke Putra, namun tidak pernah dipenuhi oleh Ashanty. 

“Bukan persoalan hp nilai tapi ini dugaan kepbongan yang dilakukan pihak Ashanty. Ngapain bicara di channel youtube sudah memberikan hp, tapi faktanya tidak memberikan. Bagi  saya harus serius. Putra  sudah bicara sama pihak Ashaty, tapi hp-nya di blok,”jelas Abdul Amim Jauzi (LBH Keadilan/Kuasa Hukum Muhammad Putra).

“Waktu hp yang  pertama di kasih ama bunda belum hilang itu masih berhubungan sama bunda. Terus  hilang dan hp dipinjem ama hp kk masih berhubungan. Pas Putra pulang dari Bali kemaren bundanya ngomong Putra cuma dijadikan konten, saya tanya kalo dijadiin konten Putra keluar. Putra pengen melanjutkan yang serius. Putra juga dijanjikan tinggal di rumah trus pas itu masuk pesantren, tiap bulan Putra tinggal di rumah bunda kalo pulang,”ungkap Muhammad Putra. 

Sementara itu, Ashanty mengaku tidak mengenal pengacara Putra yang menudingnya telah menelantarkan Putra. 

“Bapak yang mengaku temannya Putra dari tahun 2000 berapa, intinya lebih dulu daripada saya,  tapi selama ini saya enggak pernah melihat keberadaan beliau. Maksudnya, saya enggak pernah kenal,”tandas Ashanty sekaligus merasa heran karena tiba-tiba dituding sudah melakukan pembohongan publik dengan menggunakan nama Putra.

Ashanty pun menyebut kalau pria tersebut justru yang telah melakukan pembohongan publik dengan melakukan jumpa pers dengan mengajak Putra. Ibu empat anak itu kemudian mengatakan ada bukti, siapa yang sebenarnya ingin berhenti dari pendidikan tersebut.

“Yang mau keluar dari pesantren siapa coba? Alhamdulillah baik voice note, WhatsApp, maupun audio, kita semua masih lengkap,” aku Ashanty sekaligus membocorkan kalau Putra sebenarnya tidak diterima di pesantren tersebut karena ia belum bisa membaca dengan lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here