Foto Nindy Ayunda. (Foto: YouTube/Cumicumi)

Penyelidikan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Aksara Parasady Harsono terhadap istrinya, Nindy Ayunda terus berlanjut. Dan perjuangan Nindy untuk mendapatkan keadilan atas kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya akhirnya tidak sia-sia karena pihak kepolisian Polres Jakarta Selatan akhirnya menetapkan Aska sebagai tersangka pada Selasa, 23 Februari 2021 lalu. 

Foto AKBP Jimmy Christian Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. (Foto: YouTube/Cumicumi)

“Perkembangan kasus Nindy sudah naik ke proses penyidikan dan ditetapkan sebagai  tersangka, dari hasil fakta proses penyelidikan kita melakukan pemeriksaan ke beberapa saksi. Dari hasil pemeriksaan data dan analisa terjadi tindak pidana disitu. Lagi diperiksa saksi-saksi dan harus ada yangbertanggung jawab dari hasil pemeriksaan saksi-saksi  kita gelar perkara dan kita naikan sebagai tersangka,”ujar AKBP Jimmy Christian (Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan). 

“Dari hasil visum, ada benturan atau luka lebam di bawah mata kanan, pipi kanan, pipi kiri, kemudian di lengan kiri, dan paha,”tandas Jimmy Christian lebih lanjut. 

Sementara itu beberapa waktu lalu Nindy pun telah mendatangi Komnas Ham Perempuan dengan membawa bukti bukti atas kekerasan yang dialaminya selama pernikahannya dengan Askara. 

Sebagai perempuan yang sangat menghormati lembaga pernikahan dan sebenarnya Nindy tidak mau mengumbar aib rumah tangganya ke ranah publik. Namun karena sudah merasa tidak tahan lagi akhirnya Nindy menempuh jalur hukum. Selama ini sifat mengalah Nindy malah dimanfaatkan Aska dan tidak membuat Aska berubah. Akhirnya kesabaran Nindy pun sampai pada batasnya. Nindy pun melaporkan Aska ke polisi bertepatan dengan ditangkapnya Aska dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan kepemilikan sejata api illegal yang membuat Aska kini mendekam di balik jeruji besi. 

“Ada lagi kdrt, saya tidak ingin ceritakan tadinya mau saya keep sendiri. Pada tanggal 18 Desember 2020 saya mendapat kdrt yang berkelanjutan intensitasnya. Tanggal 18 Desember ada percekcokan, saya dipukul dan saya langsung ke rumah ibu saya dan ibu saya lihat muka saya lebam-lebam dan minta kakak saya anter untuk visum,”ungkap Nindy Ayunda. 

“Intinya selama 9 tahun saya tidak pernah menceritakan apapun itu bentuknya. Yang pasti ia sama pak Leman tahu persis setiap saya mendapat kekasaran saya pasti kabur dari  rumah dua hari, nanti saya pulang sendiri, tapi ada temen terdekat tahu, tapi nggak cerita detail. Menurut saya permasalahan rumah tangga di simpan sendiri nggak diceritakan keorang lain. Saya sedih akhirnya bingkahan es yang lama pecah juga. Untuk urusan kdrt itu sendiri memang  sudah sering terjadi walau intensitasnya setahun beberapkali terjadi dan saya punya bukti-bukti,” sambung Nindy Ayunda. 

Ironisnya, ditengah perjuangan Nindy mencari keadilan hukum atas kdrt yang dilakukan suaminya itu, kini Nindy harus kembali menghadapi pihak keluarga suaminya yang menyerang dirinya melalui para karyawan yang berkerja padanya. Bahkan penyanyi kelahiran Padang, Sumatera Barat, 32 tahun yang lalu ini diisukan telah menculik dan menyekap baby sitter dan sopir yang berkerja di rumahnya. Untuk masalah ini Nindy pun memberikan penjelasannya. 

“Saya cerita saya di tuduh menculik menganiaya driver dan suster saya oleh pihak keluarga Aska pada Kamis saya mendapati suster saya merekam pembicaraan kami keluarga saya ibu dan kakak saya sedang bicara di dalam rumah. Tertangkap tangan, saya tidak melepas dan saya bertanya apa yang terjadi ada apa dan bagaimana. Ini mereka bilang itu bukan mereka yang mengambil keluarganya Lia. Ini ada nomer telepon pak  Kinta adik ipar saya. Dia nyuruh adiknya Lia datang dan nignep di situ satu malam. (Nindi jelaskan soal adik Lia yang mau ke rumahnya karena  Lia kakaknya dianiaya dan disekap sama ibu Nindi) padahal kakaknya baik-baik saja sama saya, tapi kenapa melakukan ini dan mau ngapain?,” Jelas Nindy Ayunda. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here