Foto Teddy Syah. (Foto: Dokumentasi)

Kepergian Rina Gunawan tanpa terasa sudah memasuki 7 hari, tepatnya pada Senin, 8 Maret 2021 kemarin. Di momen 7 hari kepergian almarhumah Rina menghadap Sang Khalik itu, Teddy Syah dan keluarganya mengadakan doa bersama untuk sang isteri dengan membaca yasinan dan tahlil tujuh harian dengan dua sessi, yakni di sore dan malam hari. Acara setelah lepas sholat Adzar untuk ibu-ibu dan pengajian ba’da Isya untuk lalki-laki yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang saja karena masa pandemi. Selain tahlil 7 harian digelar di rumah, acara yasinan bagi almarhumah Rina juga akan diadakan melalui aplikasi zoom kisaran 3000 orang. 

“Untuk acara yasinan dan tahlil 7 harian nggak ada persiapan khusus, tapi di rumah mungkin ada saudara  dan kerabat dekat akan hadir. Secara khusus kami tidak mengundang, tapi  kalo mau datang kami persilahkan. 7 harian di bagi 2 sesi, ba’da Ashar khusus buat ibu- ibu dan ba’da Isya, laki-laki dan kerabat datang. Kalo sore sampe Azhar hari ini yang hadir nggak banyak, 15-20 orang, tapi di link zoom di buka sampe 3 ribu orang,”jelas Teddy Syah.

Raut duka masih terlihat jelas di wajah Teddy, meski telah berusaha iklas namun Teddy masih sulit menerima kenyataan kalau rumah besar mereka kini sudah tidak ada lagi sentuhan seorang isteri dan ibu tercinta. Kini, peran Rina pun diambil alih oleh Teddy. Ayah 2 orang anak ini menjadi ayah sekaligus ibu buat anak-anaknya, Aqshal Ilham Syafatullah (berusia 21 tahun) dan Kartnisya Rahmasyah (berusia 17 tahun). 

“Ya kalo temen-temen  siap dan sodara yang nginep disini untuk meramaikan. Kalo  saya

pribadi sampai detik ini nggak dimimpikan apa-apa. Artinya saya pribadi sudah ikhlas biar ringan buat saya dan anak-anak,”ungkap Teddy Syah. 

“Artinya nggak ada manusia di dunia ini yang berpikir ingin single  parent, tapi bahwa itu akan terjadi lambat laun harus seperti itu.Nggak mudah bagi laki di luar sana pasti berat menjadi single parent karena sulit untuk memahami kondisi anak, tapi untuk seorang ibu mungkin lebih mudah,”sambung Teddy Syah. 

Meski sudah iklas, namun Teddy tidak bisa membohongi perasaannya yang sudah kangen kepada Rina padahal kepergian Rina masih dalam hitungan hari. Rasa kehilangan masih kerap dirasakan Teddy dan anak-anak, terutama di malam hari.  Namun Teddy yakin perjalanan waktu pasti bisa membuat ia dan anak-anaknya mampu melewati kekosongan pasca ditinggal Rina.

“Mereka belum cerita apa-apa. Mungkin belum sampai saat ini karena anak-anak terus berangsur-angsur  dari hari ke hari ikhlas. Dengan secepatnya kita mengiklaskan, agak berat tapi semua diiklasin,”tandas Teddy Syah. 

“Saya dah memposisikan dan sudah saya bicarakan dengan  mendiang artinya saya memang ingin anak anak dekat dengan mendiang dan sangat menghargai, jadi memang  mereka berat melepas bundanya dan dia harus menyaksikan di video call itu cukup berat dan saya sendiri nggak  bisa berbat apa-apa. Seperti apa saya menghadapi anak anak memperlakukan mereka, memanjakan mereka. Syukurnya, anak-anak sudah besar dan dewasa untuk memahami apa yang sedang terjadi,” beber Teddy Syah.

Tidak hanya harus menjaga anak-anaknya, kepergian Rina juga membuat Teddy harus melanjutkan bisnis wedding organizer (WO) yang selama ini sudah dijalani oleh mendiang Rina. 

“Pada dasarnya untuk  usaha WO Rina tidak ada pengambilan alih karena  secara struktur saya ada di situ sebagai  penasehat pembina, saya tahulah sepak terjang perusahaan itu. Untuk sementara saya ambl alih kepemiminananya, tapi dalam pelaksanaannya tetep orang-orang  kepercayaan mendiang yang akan menjalankan. Saya coba anak yang laki apa perempuan siapa yang lebih teratik karena seperti diketahui saya punya profesi lain sebagai actor, tapi kita masih ngikutin arus.

“saya bingung yang lebih tahu kondisi perushaan yang peremuan, tapi dia masih usia sekolah tahap akhir, dia harus ujian SMA dulu. Cuma kita nggak tau kesukaan anak seperti apa,”sambung Teddy Syah lebih lanjut.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here