Foto Teddy Syach Gelar 40 Hari Rina Gunawan Tepat Di Hari Jadi  Pernikahan. (Foto: Dokumentasi)

Kepergian Rina Gunawan menghadap Sang Khalik tidak terasa sudah 40 hari. Diketahui Rina meninggal dunia pada Selasa, 2 Maret 2021 pukul 18.45 WIB. Rina menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat terinfeksi virus Covid-19 disertai  Asma. Dan Minggu, 11 April 2021, peringatan 40 hari kepergian Rina tersebut digelar. Meski Rina sudah 40 hari wafat, namun sang suami, Teddy Syach dan kedua buah hatinya, Aqshal dan Karnisy tampak masih berduka. Terlebih bagi Teddy karena bertepatan hari yang sama digelarnya 40 hari Rina tersebut merupakan hari ulang tahun pernikahannya dengan mendiang Rina yang ke-22 tahun.

Puluhan tahun menjalani kehidupan rumah tangga bersama almarhumah Rina, Teddy mengungkapkan jika keduanya telah memiliki hubungan batin yang kuat hingga tanpa bicara sudah  bisa saling mengerti apa yang dibutuhkan satu sama lain. Meski merindukan kebersamaan dengan sang istri, namun Teddy mengungkapkan jika dirinya dan anak-anaknya belum pernah bermimpi bertemu dengan almarhumah Rina.

“Iya satu-satunya istri saya sampai maut memisahkan sebisanya kita jalankan bersama. Kita komunikasi udah pake kalbu. Hubungan batin sangat kental kalo kita iyain dan percaya. Kita selalu becanda dalam hal apapun. Nggak, saya canggung sama keramaian. Kami nggak ada perayaan khusus. Saya dan anak-anak belum pernah dimimpiin, tapi kerabat dan teman-temannya ada yang udah,”ujar Teddy Syach. 

Meski mengaku tidak ada perayaan khusus, namun tahlilan 40 hari diramaikan dengan berbagai rangkaian acara dari pagi hingga malam hari. Mulai dari mendatangkan anak-anak penghapal Al Qur’an, lalu dilanjutkan dengan tahlilan para jamaah perempuan disiang hari, serta para jamaah laki-laki di malam harinya. Dalam acara tersebut pun, Teddy beserta keluarganya mewakafkan 1000 alquran yang niatnya pahala kebaikannya diperuntukkan untuk almarhumah Rina. Sayangnya karena kesibukan mengurusi acara tahlilan, Teddy bersama anak-anaknya belum sempat berziarah ke makan Rina.

“Yang datang kerabat keluarga terdekat dibatasi dibuka zoom sampai 3000. Belum ziarah karena masih kerja, masih repot dan rencananya  setelah sholat subuh. Mewakafkan juga 1000 Al-Qur’an ,”jelas Teddy Syach. 

Sedangkan menjelang bulan suci Ramadan, Teddy juga mengaku mulai merasakan perbedaan tanpa kehadiran sang istri disisinya. Meski mengaku tidak ribet dalam urusan makanan, namun ada menu khusus bulan Ramadan yang biasanya disajikan almarhumah Rina yang tidak akan pernah dinikmatinya lagi. 

“Berbeda nggak ada beliau, tapi saya dan anak-anak  berusaha sebaik-baiknya melaksanakan ibadah apalagi saya baru menerima kontrak sinetron yang baru, jadi kemungkinan besar Ramadan ini full saya di loksyut. Kebersamaan almarhumah selama 20 tahun kita selalu bersama sahur 99 persen bersama pasti ada rasa kehilangan bagi kami. Moment sahur paling penting. Ini tahun yang baru buat saya dan anak-anak,”papar Teddy Syach. 

“Saya makanannya nggak susah di bulan Ramadan saya minta makanannya yang nggak terlalu berat. Satu hal yang  menjadi kesukaan kita itu rendang awet kita bisa panasi makin enak, jadi itulah yang hilang,”sambung Teddy Syach. 

Tidak ingin larut dalam kesedihan, Teddy pun menyadari tanggung jawabnya untuk menafkahi keluarganya, karena itu Teddy masih menyibukkan dirinya di dunia seni peran yang selama ini digelutinya. Meski resikonya ia akan sangat jarang menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Meski begitu Teddy berharap supaya dirinya maupun anak-anaknya mampu mencari cara untuk menguatkan diri pasca ditinggal oleh orang yang mereka cintai, almahumah Rina Gunawan.

“Saya bicara ke produser kasih waktu untuk selesiakan 40 hari karena biar saya jalankan.  Saya belum tau kondisi. Saya harap anak-anak  sama neneknya dulu. Memang kewajiban bapak menafkahi anak, istri dan ibu. Dan kita sama-sama cari cara menguatkan diri tanpa Rina,”pungkas Teddy Syach.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here