Foto Pedangdut senior Rhoma Irama. (Foto: Dokumentasi)

Pedangdut senior Rhoma Irama akhirnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah gugatannya ke PT Sandi Record ditolak Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur pada 12 April 2021 lalu. Hal ini merupakan lanjutan perjuangan sang raja dangdut atas dugaan pelanggaran hak cipta. Rhoma menggugat Sandi Record dengan tuntutan uang ganti rugi senilai 1 miliar rupiah atas pelanggaran hak cipta. Rhoma merasa tidak pernah memberikan izin untuk 30 lagu yang diunggah Sandi Record ke video berbagi, YouTube tanpa izin lebih dulu pada 2007 silam. Namun, dalam proses pengadilan gugatan Rhoma Irama ditolak oleh Majelis Hakim. Bahkan Rhoma sebagai penggugat diminta membayar biaya perkara.

Pihak PN Surabaya menyebut gugatan Rhoma tidak jelas karena Sandi Record memiliki bukti sudah membayar 500 juta rupiah sesuai Undang Undang Hak Cipta. Namun sayangnya, Rhoma Irama mengaku tidak pernah menerima uang yang disepakati itu dari Sandi Record.

“Terdeteksi 60 lagu. 20 resmi dibayar Rp 150 juta, 40 lagu ini yang nggak jelas dan tidak berizin kepada saya,”ujar Rhoma Irama.

Tapi pihak PT Sandi Record mengklaim telah membayar Rp 500 juta atas total 60 lagu tersebut. Perincian biayanya diberikan kepada Rhoma Irama Rp 150 juta, sementara seorang perempuan bernama Yanti menerima Rp 375 juta.

Sementara itu Yanti yang bekerja untuk Rhoma mengakui uang yang diterima dari Sendi Record dipakai untuk keperluan pribadi. Namun, Rhoma beralasan tidak pernah memerintahkan Yanti mengurus soal hak cipta dari Sandi Record.

“Saya memohon maaf ke Pak Haji Rhoma. Uang itu saya terima dan saya gunakan. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya mohon maaf dan mohon maaf,”ujar Yanti.

Rhoma sudah memaafkan Yanti dan tidak akan membawa masalah tersebut ke pihak kepolisian. Namun Rhoma akan melanjutkan gugatannya dengan Sandi Record. Rhoma melalui kuasa hukumnya sudah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Sudah jelas, gugatan kita ditolak. Sudah kasasi tadi, kita daftarkan. Kita kasih waktu dua minggu untuk mengajukan memori. Kami berharap, akan melakukan mediasi, kalau memungkinkan ke sana,”jelas  Iwan Ameeroeddin (kuasa hukum Rhoma Irama).

“Kalau saya nggak tahu lagunya apa, saya enggak kasih. Jadi memang yang konfirmasi ke saya atau saya izinkan hanya 20 lagu dengan persyaratan. Selebihnya ada 40 lagu,”beber  Rhoma Irama lebih lanjut. 

Rhoma Irama pun tidak menutup kemungkinan lagu-lagu yang diunggah di YouTube bisa dihapus mengingat belum adanya izin dari ayah Ridho Rhoma tersebut.

“Tergantung kesepakatannya nanti. Apa mau ditake down, lanjut ke bidang hukum atau mediasi,”tandas  Rhoma Irama. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here