Foto Penyanyi Nindy Ayunda. (Foto: Dokumentasi)

Penyanyi Nindy Ayunda akhirnya menjadi saksi dalam persidangan suaminya, Askara Parasady Harsono terkait kasus kepemilikan senjata api dan juga barang haram narkoba yang ditemukan di kediamannya. Sidang beragendakan keterangan saksi ini digelar pada Senin  (26/4/2021). 

Nindy memberikan kesaksian dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepadanya. satu-persatu fakta pun diungkap Nindy, ia menjelaskan dirinya tidak tahu terkait kepemilikan senjata api oleh Askara. 

“Saya tidak mengetahui karena itu urusan pribadi Bapak Aska. Saya tidak mengetahui kapan membelinya, tepat di tahun berapa juga tidak tahu. Karena kami tidak mengetahui barang barang pribadi masing-masing. Saya tidak tahu barang yang Pak Aska punya, begitu pun beliau yang saya tahu,”ujar Nindy Ayunda. 

“Yang saya tahu dokumen-dokumen, sertifikat rumah, BPKB, surat-surat anak, handphone lama terus barang perhiasan saya. (Soal passcode brankas) Selama ini saya tahu, tapi kemudian berubah-ubah oleh Bapak Aska,”sambung Nindy Ayunda.

Begitu juga perihal penangkapan Aska. Diakuinya Nindy baru mengetahui suaminya ditangkap tiga hari setelahnya dan hal tersebut juga diberitahu oleh mertuanya. Selain itu ia juga dirinya juga sudah tidak tinggal bersama Askara sejak 2020 lalu.  Dan saat ditanya soal kepemilikan obat-obatan terlarang, Nindy Ayunda mengaku bila Aska  sudah mengonsumsi ganja sejak mereka belum menikah. Namun setelah menikah, Nindy meminta suaminya tersebut untuk tidak lagi memakai barang haram itu. 

“Yang saya tahu itu beliau ini kan sebelum menikah pernah mengkonsumsi. Tapi selama pernikahan, saya membuat kesepakatan kalau jangan lagi begitu. Di luar rumah saya tidak tahu, tapi di dalam rumah tidak ada,”tandas Nindy Ayunda.

Sementara itu pihak pengacara Aska, Ervan Dewantara memberikan penjelasan bahwa kasus narkotika dan kepemilikan senjata api itu mulai menemukan titik terang karena akan menghadirkan 2 orang saksi dan 1 saksi ahli pada sidang lanjutan yang akan dilaksanakan pada Kamis, 29 april 2021 nanti. Sedangkan terkait fakta yang diberikan Nindy, menurut Ervan Dewantara, kesaksian Nindy berjalan lancar.

“Agendanya adalah pemeriksaan saksi, ada 2 saksi.Sorry minggu ini. Saya tak bisa mengomentari keterangan saksi ibu Nindy. Menurut beliau sudah benar. Tentu saja saya tidak tau. Kemungkinan besar sih JPU yang mengundang,”ujar Ervan Dewantara dan Rangga Ovianto (kuasa hukum Askara Parasady Harsono). 

Di akhir sidang Nindy meminta kepada hakim agar hukuman atas suaminya diringankan dan juga memohon doa terbaik untuk Aska. 

“Doain aja yang terbaik buat mas Aska yaa,”mohon Nindy Ayunda.

Fotot Asep Hasan. (Foto: Dokumentasi)

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum, Asep Hasan menjelaskan pernyataan Nindy yang meminta keringanan hukuman untuk aska dalam persidangan, ini dilakukan karena bagaimanapun Nindy masih berstatus istri dari Askara. Rupanya pembelaan  Nindy itu  tidak sia-sia karena hal itu bisa jadi petimbangan untuk jaksa dan hakim dalam menentukan hukuman untuk Askara. Terlebih Aska tidak menyebutkan bantahan sama sekali ketika persidangan berlangsung. 

Selanjutnya, jaksa akan memanggil saksi yakni polisi yang melakukan penangkapan dan penggeledahan untuk sidang berikutnya. Sedangkan untuk Nindy kesaksiannya sudah dirasa cukup, namun jika ada hal yang perlu ditanyakan lagi, masih ada kemungkinan Nindy akan dipanggil kembali untuk menjadi saksi. 

“Atas nama terdakwa Askara, saksi yang dihadirkan 2 orang dan 1 ahli, masih istrinya ya statusnya. Ya karena dalam selama proses hukum, saksi Nindy bersedia untuk dilakukan sumpah. Pada dasarnya keterangan saksi.  Jadi bahan pertimbangan. Dari Aska tadi dari saksi-sakti tidak ada bantahan. Saksi 1, kami panggil dari polisi yang melakukan penangkapan, tugas keluar keterangannya. Tadi menurut kami sebagai penuntut umum, Bisa dipanggil lagi,”beber Asep Hasan (Jaksa Penuntut Umum). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here