Foto Sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 14. (Foto: SCTV)

Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) jilid 14 memang berhasil menjadi salah satu sinetron yang dinantikan kehadirannya oleh para pemirsa selama bulan Ramadhan. Pasalnya, kisah yang disajikan penuh makna dan nilai positif tersebut  memang mampu memberikan perenungan kepada banyak orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sedangkan para pemainnya yang kebanyakan terdiri dari para pemain senior, diantaranya Deddy Mizwar, Jarwo Kwat, Asrul  dan Udin Nganga memang membuat peran bisa lebih  hidup berkat  kepiawaian akting mereka yang sangat mumpuni.

Sementara itu bagi para pemain dan semua kru PPT jilid 14, kebersamaan mereka selama akting dibulan Ramadhan memang suasana yang sangat mereka rindukan. Jadi tidak heran kalau dihari terakhir syuting sinetron ini, mereka semua merasa sedih. Ada kesan tersendiri bagi masing-masing pemain terkait kebersamaan syuting selama bulan Ramadhan. 

Foto Jarwo Kwat. (Foto: Dokumentasi)

Diakui Jarwo Kwat, Deddy Mizwar dan Asrul, mereka merasa sepi dan sedih di syuting hari terakhir PPT jilid 14. Mereka juga ungkapkan kalau syuting kali ini beda dengan syuting PPT jilid sebelumnya. Perbedaan tersebut tidak hanya dari adanya beberapa pemain baru, namun juga perbedaan jalani syuting di tengah masa pandemi Covid-19. Namun semuanya itu mereka jalani dengan baik karena keinginan mereka untuk memberikan hiburan penuh nilai kebaikan selama Ramadhan ini sangatlah kuat. 

“Ini hari terakhir syuting PPT 14. Ada saya, mas Jarwo, udin sama pak Haji (Deddy Mizwar),”ujar Asrul. 

“Aduh sedih hari terakhir syuting PPT, biasanya kita rame berkumpul. Kebetulan saya sekarang sama pak Haji Deddy Mizwar, jadi ya kerasa sepi. Hampa, sepi gitu kalo dulu kan ada Kalila, jadi ya sepi gituh,”ungkap Jarwo Kwat.

Foto Deddy Mizwar. (Foto: Dokumentasi)

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan  ini hari terakhir. Insya Allah barokah.  Selalu PPT itu menutup akhir cerita dengan perenungan, kematian yang seperti apa yang diinginkan setiap manusia beriman. Dan di PPT kali ini secara teknis jauh lebih bagus,” beber Deddy Mizwar. 

Syuting episode terakhir dirasa sangat sepi karena terdiri dari beberapa pemain saja. Bahkan nanti ada juga syuting dimana Deddy Mizwar hanya sendirian saja. Hal ini terkait dengan scene bang Jack yang harus memilih salah satu wanita dari dua 2 wanita yang sudah melamar dirinya. 

“Ya memang unik, rumit sampe bang Jack yang biasanya ngomong langsung jadi bingung. Cuma cara menyampaikannya berantem juga. DiJilid-jilid sebelumnya juga pernah dengan  pilihan membingungkan ini,” ungkap Deddy Mizwar. 

Scene terakhir tinggal saya sendiri, ya memang orang akan sendiri juga nantinya. Saya kira ini lebih kompleks konfliknya yah di PPT kali ini,” sambung Deddy Mizwar.

 

Sedangkan peran Jarwo Kwat di PPT jilid 14 ini diakui Jarwo banyak kemiripan dari kisah pak Jalal di jilid sebelumnya. Hanya kali ini, Jarwo merasa banyak kesamaan antara cerita dengan kehidupan nyata yang sedang dialaminya. 

“Yang paling berkesannya itu ceritanya. Udah nyiapin juga di pesantren di daerah Bogor. Padahal gue nggak pernah cerita sama penulis kok bisa sama gitu. Bisa sama kaya gitu. Satu lagi, anak gue Zahro mau nikah, proses mau menikahnya itu sama juga. 

Sedangkan alasan ada beberapa pemain lama yang tidak bisa ikut main di PPT kali ini, karena kesibukan mereka yang sudah ada kontrak dimana-mana. Karena itu tak dipungkiri adanya kerinduan terhadap para pemain lama. 

“Ya mau aja sih pengen bisa main bareng lagi dengan mereka seperti dijilid-jilid sebelumnya,” ujar Jarwo Kwat. 

“Mereka sudah terikat kontrak dimana mana. Ya kemaren ada diskusi, tema apa yang pas untuk mereka. Tapi untuk para pemain PPT kali ini juga sudah bagus-bagus kok,” tandas Deddy Mizwar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here