Foto pasangan Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati. (Foto: Dokumentasi)

Sebagai pasangan baru, momen Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah tahun ini menjadi momen yang sangat spesial bagi Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati. Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah Ibnu dan Ririn yang resmi menjadi sepasang suami isteri pada Januari 2021 lalu. Meski mereka tidak bisa melakukan sholat Ied di lapangan/Masjid karena pandemi Corona tidak mengurangi rasa kebahagiaan mereka karena bisa melakukan sholat Ied di rumah saja. Ibnu tidak hanya menjadi Imam saat sholat Idul Fitri di rumahnya, tapi juga memberanikan diri memberikan ceramah dihadapan sang isteri dan keluarga kecilnya. 

“Kalo ditanya bagaimana persaannya, saya seneng banget bisa lebaran bersama keluarga Ririn dan keluarga saya. Ini selain lebaran pertama jadi suami Ririn juga pertama diimamin sholat  Idul Fitri dan ceramah tentang zakat indahnya kebersamaan dan kita masih bisa di kasih nikmat sehat yang bisa kita rasakan sampai hari ini. Kita pun maaf-maafan,”ujar Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati.  

Dikenal sebagai presenter olahraga sepakbola dan pesinetron yang kerap tampil di depan layar kaca, Ibnu Jamil masih terlihat grogi ketika harus berceramah apalagi di depan sang isteri. Meski begitu senyum bangga dari Ririn membuat Ibnu semangat memberikan ceramah. Sementara itu Ririn tersenyum bahagia karena merasa kehidupannya kian bertambah lengkap dengan hadirnya sosok Ibnu Jamil disampingnya. 

Menyinggung sholat Ied yang dilakukan di rumah diakui Ibnu merupakan kedua kalinya. Hanya saja jika tahun lalu ia sengaja mendatangkan seorang Ustaz untuk menjadi imam sholat Ied dan berceramah. 

“Karena kita mengikuti protocol yang memang diharuskan Pemerintah tidak boleh berada di

Kerumunan. Ini tahun kedua keluarga sholat di rumah, kalo tahun lalu kita panggil ustaz datang ke rumah dan tahun ini ada Ibnu yang jadi imam. Dah ketentuan kita sebagai masyarakat untuk sholat di rumah, adek aku dan ipar mengikuti protokol banget biar semuanya nyaman,”ungkap  Ririn Ekawati dan Ibnu Jamil yang usai sholat Ied juga melakukan tradisi sungkeman.

“Sudah setelah sholat takbiran sholat Ied, khutbah dan diteruskan dengan sungkeman. Terharu tapi santai aja. Terharu pastinya ini momen lebaran bersama ada Ibnu dan saya senang sekali. Aku masak karena ini lebaran pertama tanpa mamah. Biasanya mamah mau masak apa, aku masakain karena aku yang paling tua. Tapi ini kita nggak masak ketupat makanya kita mau  ke rumah  ibu yang masak ketupat. Biasanya beras kita dari Makassar, makanya ini kita makan kerumah Ibnu aja,”beber Ririn Ekawati. 

Mengenang masakan Makassar yang biasanya ada di menu lebaran sebelum kepergian mamanya membuat raut wajah Ririn sedikit berubah sedih. Dan lebaran tahun ini ia tidak lagi dapat merayakan lebaran bersama sang bunda yang meninggal pada 2 Desember 2020 lalu karena terpapar virus Covid-19. Dan rencananya Ririn dan Ibnu akan memindahkan makam sang bunda yang ada di Tegal Alur, Jakarta Barat ke pemakaman umum terdekat dari kediaman mereka. 

“Kalo aku sendiri berpikirnya seringnya ke makam tak kalah selama kita sering mendoakan, kapanpun kita selalu mengirim doa buat mamah, itu aku pribadi. Namun kita punya pilhan untuk menentukan lokasi  makam dimana, nanti kalo kita sudah mendapat pilihan itu dan di perbolehkan akan kita pindahkan yang deket rumah kita. Tapi saat ini belum  karena kondisi masih kayak gini,” terang Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here