Foto Raffi Ahmad memboyong keluarganya ke Malang. (Foto: YouTube/RANS Entertainment)

Raffi Ahmad memboyong keluarganya ke Malang, Jawa Timur saat pemberlakuan larangan mudik 6 – 17  Mei 2021 lalu. Padahal seperti yang diketahui Pemerintah, larangan mudik itu diberlakukan untuk semua masyarakat menjelang dan setelah Lebaran 2021. Dan aturan ini tertuang jelas dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Aturan tersebut bertujuan untuk menekan penyebaran virus COVID-19.

Ditengah aturan tersebut, namun  nyatanya Raffi  bisa dengan mudahnya mudik  ke Malang, Jawa Timur. Tidak sendirian, ia pun berangkat bersama Nagita Slavina, Rafathar dan juga beberapa asisten pribadinya. Tentu saja aksi Raffi dan Nagita ini kembali menuai kritikan dan bulian dari warganet. Mengingat Raffi bisa bebas menuju kota Malang dengan menggunakan pesawat jet pribadi. Menanggapi hal tersebut, Raffi pun berkilah kalau kepergiannya ke Malang bukanlah untuk mudik, tapi untuk bekerja di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Dalam video yang diunggah di channel RANS Entertainment, Raffi mengaku terbang ke Malang karena undangan pekerjaan dari Gilang Widya Pramana yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Malang. Gilang dan Shandy merupakan pemilik dari produk kosmetik merek MS GLOW. 

“Besok kita ada kerjaan di Malang,jadi kita dapat surat tugas. Tuh surat tugas, surat perintah tugas mau syuting. Kita juga disini makasih banyak nih dikasih pinjem private jet nya. Jadi kita di Malang kerja,”ujar Raffi Ahmad. 

“Papa kerja, temenin papa kerja. Kita mau kerja sama Om Gilang di Malang, habis itu kita mau ke Bali lihat tim bola RANS latihan, A,” sambung Raffi Ahmad memberikan penjelasan ke anak semata wayangnya, Rafathar. 

Menegaskan ke Malang untuk kerja  dan menemui rekan bisnisnya, Raffi awalnya  ingin ke Malang dengan kendaraan sendiri namun rekannya, Gilang Widya Pramana atau crazy rich Malang malah meminjamkan pesawatnya untuk perjalanan keluarganya. Dan hal ini membuat heboh warganet. Meski begitu Raffi berusaha membuktikan kepada warganet jika kepergiannya ke Malang memang untuk kepentingan kerja. 

“Makasih ya untuk mas Gilang. Iya nih kita mau kesana malah dijemput. Habis itu kita ke Bali kan  rumah lagi di renovasi. Dan ini kita mau kerja, kita ada surat tugasnya dari Ms Glow untuk bekerja,”tandas Raffi Ahmad.

Diluar alasan demi kepentingan pekerjaan ke Malang, yang jelas Raffi memang bisa mudah keluar kota Jakarta ditengah pemberlakuan larangan mudik dari Pemerintah itu. Padahal masyarakat lainnya harus bersabar jika ingin mudik seteleh lebaran. Dengan begitu mereka tidak bisa menikmati momen lebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman.

Sementara itu Kepolisian masih bekerja keras dengan melakukan sosialisasi dan berjaga di pos-pos penyekatan karena masih ramainya arus balik mudik lebaran. Dimana sudah lebih dari 1,5 juta masyarakat Jakarta terlanjur mudik ke kampung halamannya. Karena itu  dilakukan swab random kepada pengemudi yang dari mudik. Selain itu juga diwajibkan bagi para pemudik yang pulang ke Jakarta untuk membawa surat keterangan SWAB dengan hasil negative demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Sampai hari ketiga (Rabu) ini arus balik yang  terberat adalah di km 34 B di daerah Cikarang. Sampai hari ketiga 14 titik, kita sosialisaskan masyarakat Jakarta yang  terlanjur mudik untuk masuk ke Jakarta membawa surat keterangan SWAB Antigen. Surat keterangan negatif. Banyak komunitas RT,RW yang  menolak warganya yang tidak membawa surat SWAB Antigen.

“Kita lakukan operasi kemanuasian, penyekatan di 14 titik, kita SWAB Random kepada pengemudi kendaraan pribadi, kita SWAB secara random di situ. Bagaimana kalo ditemukan positif akan kita rujuk ke wisma atlit. Swab keliling ke rumah-rumah yang berbasis komunitas dan akan kita lakukan SWAB Antigen. Ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid- 19 yang  kita belajar dari pengalaman. Jadi jangan  memaksakan diri mudik dan  jangan membawa bencana kepada  keluarga maupun juga  daerah tempat tinggal kita. Hampir 1,5 juta warga Jakarta yang  mudik keluar. Jadi tolong pulang ke Jakarta dengan membawa SWAB Antigen negatif sebagai upaya memutus mata rantai,”papar Kombes Yusri Yunus lebih lanjut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here