Foto Rosmawati Ginting dan putranya, Rahmad Efendi. (Foto: Dokumentasi)

Kabar mengejutkan datang dari pengacara Hotma Sitompul. Belum juga usai perseteruannya dengan Desiree Tarigan yang masih berstatus sebagai isterinya, Hotma harus kembali menghadapi persoalan baru yang datang dari kehidupan masa lalunya dengan munculnya tiba-tiba seorang perempuan bernama Rosmawati Ginting dan putranya, Rahmad Efendi yang mengaku sebagai isteri dan putra sulung Hotma Sitompul. Tentu saja pengakuan tersebut mengejutkan publik karena selama ini Hotma dikenal sebagai pengacara yang berpembawaan kalem, santai dan santun ternyata menyimpan rahasia masa lalunya. 

Sementara itu diakui Rosmawati dan putranya itu kemunculan mereka bukan untuk mencari popularitas, mereka hanya ingin meluruskan fakta sejarah masa lalu Hotma yang sempat menyebut dirinya hanya memiliki dua isteri. Padahal sebenarnya ada tiga isteri. Dan Rosmawati adalah isteri pertamanya yang dinikahinya di catatan sipil pada September 1975 di Jakarta. Dan kemudian kembali menikah secara Islam pada 8 Oktober 1975 di sebuah Masjid di Jakarta.

“Saya  menjelaskan dan meluruskan tentang status hukum kelam Hotma Sitompul bahwa saya telah menikah dengan Hotma di Jakarta pada  tgl 22 September 1975 dan di tahun berikutnya saat mengandung kami bercerai sebelum anak kami lahir di Juni 1976. Saya meminta Hotma untuk dapat mengakui bahwa statemen yang selama ini di media mengenai sejarah perkawiannya itu keliru,”ujar Rosmawati Ginting. 

Keinginan Rosmawati untuk meluruskan kehidupan masa lalu Hotma itu bermula saat Hotma menjadi salah satu bintang tamu di salah satu televisi swasta. Saat itu pembawa acara menyebutkan Hotma menikah dua kali dan Hotma menganggukan kepalanya. 

“Sakit baget buat saya sebenarnya ngak ingin begini, tapi keluarga saya ingin Rahmat diakui anak dia. Kalo saya sendiri dan saya dah bilang sama Hotma bila dia sudah mati dalam diri saya, saya bukan perempuan yang mengejar popularitas dan harta. Saya nggak  pernah meminta karena saya punya harga diri, dan Insya Allah keluara saya masih mampu. Setelah diceraikan bener-bener  ditelantarkan sampai melahirkan saja sendiri dan menyekolahkan anak juga sendiri,”ungkap Rosmawati Ginting.

Didampingi kuasa hukumnya, Rosmawati dan Rahmad sekaligus menegaskan juga pernyataan mereka itu sebagai somasi terhadap Hotma. Dan pihaknya memberi waktu selama tujuh hari untuk mengetahui respon yang dilakukan Hotma. 

“Sebenarnya saya nggak  ada harapan apa-apa. Yang saya inginkan ibu saya sehat nggak ada ganjalan dihatinya,”ujar Rahmad Efendi. 

“Ini sekaligus somasi  buat Hotma. Intinya kami menunggu respon Hotma 7×24 jam seminggu kedepan. Kami mau ia buat tanggapan, kalo Hotma menolak bersikeras berarti kita masuk ke polisian, kami meraa bahwa klien kami direndahkan. Cuma kami menejar pelurusan fakta, kenapa  harus diluruskn karena ini terkait dengan garis keturunan. Kami hanya minta permohanan maaf apa yang bisa dirangkul ya anak dirangkul,”sambung kuasa hukum Rosmawati Ginting (Junno Jalugama S.H).

Sedangkan kisah cinta Rosmawati dan Hotma, bermula saat mereka saling jatuh cinta ketika masih sama-sama kuliah di sebuah kampus di Jakarta. Namun hubungan mereka tidak mendapat restu dari keluarga karena berbeda keyakinan. Namun karena saling cinta buat mereka tetap melanjutkan hubungan ke pernikahan dengan tetap pada keyakinan masing-masing. Pernikahan mereka tidak bertahan lama, sebelum Rahmat lahir ke dunia, mereka sudah memutuskan untuk bercerai.

“Sebab perceraian sejak saya mengandung sama harus masuk Kristen dengan anak dalam  kandngan saya karena itu kami bercerai, bagaimana  sakitnya hati saya. Itulah  sebabnya sakit hati saya, dia tidak mengakui anak saya yang saya sekolahkan tanpa biaya sepersenpun dari Hotma sampai lulus S2 di UI. Dia hanya membangga-banggakan anak tirinya yang disekolahkannya  ke luar negeri,”terang Rosmawati Ginting.

Meski begitu Rosmawati tidak mencoba menutupi kalau anaknya itu pernah tinggal dengan Hotma, namun akhirnya tidak tahan karena tidak cocok dengan isteri baru Hotma. 

“Ya sebentar pernah sudah usia 22 tahun, tapi bukan dari bayi, ya minta perlakuan seperti bapak. Tinggal sebentar nggak  lama dan saya waktu itu kecelakaan. Dia dari Binus S1 dan S2 yang biaya saya,saya nggak  kaya tapi bisa membiayai anak. Hotma biayai satu tahun saat tinggal disitu, setelah itu nggak ada. Waktu anak saya lahir dan mau meninggal yang  pertama karena kanker darah, nggak ada tanggapan juga dari dia, mungkin ini hukuman bagi dia,”tandas Rosmawati Ginting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here