Foto Gisella Anastasia. (Foto: YouTube/Daniel Mananta Network)

Gisella Anastasia atau Gisel dan Michelle Yukinobu De Fretes bisa bernafas lega. Pasalnya, penyebar video asusila mereka, PP yang berusia 24 tahun dan MD 22 tahun sudah mendapatkan status hukum mereka. 

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut dua terdakwa kasus penyebaran video porno, PP dan MN  dengan hukuman penjara selama 1 tahun. Tuntutan tersebut dibacakan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021). 

PP dan MN merupakan para pelaku penyebar video syur penyanyi Gisella Anastasia dengan seorang pria bernama Michael Yukinobu. Video itu sempat merebak di media sosial pada akhir tahun 2020 lalu. Kedua terdakwa, menurut jaksa keduanya telah melanggar Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,”ujar sang Jaksa. 

Tidak sekedar memperoleh hukuman kurungan penjara, Jaksa juga menuntut kedua pelaku dengan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. 

Meski sebelumnya Gisel  yang pernah dihadapkan sebagai saksi dalam persidangan dengan kedua terdakwa tersebut pada Maret 2021 lalu. Setelah bersaksi di PN Jaksel, Gisel mengaku tidak mau memberatkan para terdakwa lewat kesaksiannya. Namun keputusan sudah diberikan oleh majelis hakim. 

“Dari mulut saya, saya bilang tadi di hadapan majelis hakim. Saya tahu persis mereka bukan berniat menjelek-jelekkan kepada saya dengan menyebarkan video seks. Saya sama sekali tidak ada niatan mau memberatkan mereka. Mereka hanya mengikuti tren kali ya,” ujar Gisel saat itu. 

Sementara itu tanggapan dari pengacara salah satu terdakwa dugaan kasus penyebar video mesum Gisel dan  Nobu tidak menerima keputusan tersebut. Karena itu pihak terdakwa pun mengajukan nota pembelaan terkait tuntutan tersebut.

“Untuk tuntutan sudah pada sidang sebelumnya, dituntut satu tahun penjara untuk dua terdakwa. Hari ini sidang nota pembelaan (dari terdakwa),”ujar pengacara terdakwa MN, Andreas Nahot Silitonga. 

Pernyataan sang kuasa hukum tersebut menegaskan kalau keputusan pihak pengadilan yang telah menuntut satu tahun penjara dengan denda 50 juta itu tidak dapat diterima oleh pihak terdakwa. Persisnya Selasa, 8 Juni kemarin mengajukan nota keberatan atas tuntuttan tersebut. 

Menurut mereka, unsur pasal penyebaran konten asusila yang diperankan Gisel dan Nobu pada UU ITE tidak terpenuhi. Menurut sang kuasa hukum juga, pada dakwaan Jaksa sebelumnya, ada dua alternatif pasal yang dikenakan pada kliennya, MN dan terdakwa PP, yakni tentang undang-undang pornografi dan undang-undang ITE. Adapun Jaksa lantas menuntut kedua terdakwa menggunakan undang-undang ITE.

“Artinya undang-undang pornografi itu tidak terbukti sehingga Jaksa menuntut dengan alternatif kedua, undang-undang ITE. Kami setuju kalau undang-undang ITE itu tidak terbukti,”tandas Andreas Nahot Silitonga. 

Sedangkan tuntutan 1 tahun penjara dengan undang-undang ITE yang dikenakan pada kliennya khusus juga sebenarnya tidak setuju. Sebabnya, unsur pasal penyebaran video porno pada undang-undang ITE tidak terpenuhi mengingat bunyi Pasal 27 undang-undang ITE berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sementara itu  untuk kasus video syur dengan Gisel dan Nobu sebagai tersangka masih dalam tahap pelengkapan berkas oleh pihak kepolisian. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Desember 2020. Penetapan itu terjadi setelah keduanya mengakui sebagai orang di dalam video yang merebak di media sosial pada November 2020 itu. Berdasarkan pengakuan keduanya, video tersebut dibuat di salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara, pada 2017. Gisel dan Nobu dikenakan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Keduanya terancam hukuman pidana penjara mulai dari 6 bulan hingga 12 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here