Foto Nindy Ayunda

Meski sudah resmi berpisah dengan Askara Parasady Harsono pada 8 Mei 2021 lalu ternyata bukan akhir dari konflik yang terjadi antara sang penyanyi, Nindy Ayunda dengan mantan suaminya itu. Namun yang ada malah makin memanas hingga melibatkan keluarga dari pihak Aska yang ikut menyerang Nindy. Khususnya sang bapak mertua, Dedi Harsono yang telah melakukan somasi kepada Nindy. Melalui kuasa sang kuasa hukum,Fahmi Bachmid pada Jum’at, 11 Juni 2021 lalu, somasi pun dilayangkan kepada Nindy. 

Foto Fahmi Bachmid

“Kita belum melangkah secara hukum tapi  melangkah hanya memberikan teguran supaya diklarifikasi dan segera meminta maaf pada ayahnya pada anaknya. Kalo rumah tangga bermasalah ya silakan nggak ada satupun yang  bisa mencampuri,  tapi jangan di bawa ke persoalan yang nggak da kaitanya, apalagi memposting mengganggu karyawan. Itu ada buktinya. Dan saya tegur dulu sebelum melakukan laporan,”ujar Fahmi Bachmid (kuasa hukum Dedi Harsono).

Namun belum mendapat tanggapan dari Nindy, tiba-tiba saja mantan asisten rumah tangga (babby sitter), Lia dan sopir pribadi Nindy, Sulaiman didampingi Fahmi menggelar jumpa pers. Mengejutkan lagi, Lia dan Sulaeman mengaku dirinya pernah disekap dan dibawa ke suatu tempat dengan ditodongkan senjata api laras panjang oleh orang yang diduga suruhan Nindy.

“Yang dilaporin ke Komnas Ham masalah saya yang ditelp dan disekap. Ada yang bawa senjata laras panjang pas kita di sekap itu, entah kemana kita dibawa karena  mata kita ditutup. Kita

disekap dan semalaman kita baru tau. Pak Leman digebuk, dilempar  piring. Pak Leman disuruh milih mati atau dia yang mati, itu bulan Februari,”ujar Fahmi Bachmid didampingi  Sulaiman dan Lia.

Dalam kesempatan tersebut, Lia dan  Sulaiman juga menyatakan mereka bukan hanya disekap di satu tempat yang tidak diketahui dimana lokasinya, tapi juga mendapatkan ancaman terutama Sulaiman mengalami penganiayaan fisik. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan mereka saat konperensi pers bersama Nindy usai mereka mendatangi Komnas Perempuan untuk meminta perlindungan pada 16 Februari 2021 lalu. Saat itu Lia dan Sulaiman menepis adanya sekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan suruhan Nindy. Apa sebenarnya yang membuat Lia dan Sulaiman kini justru malah menyerang orang yang pernah dibelanya, Nindy? 

“Klarifikasi soal saya diculik ini nggak ada urusannya ama ini. Saya bukan pengadu domba ibu dan keluarga Aska. Saya  minta pada keluarga Aska untuk mengembalikan istri saya ke kontrakan yang lama ketemu anaknya. Saya nggak tau keberadaan istri saya dimana sampai skr,”ungkap Sulaiman.

“Ada penuduhan bu Nindy nyulik saya dan dianiaya sama pak Leman itu salah. Keluarga tidak dihubungi supaya tidak tahu. Tapi kenapa keluarga saya megira saya dipenjarakan sama bu Nindy dan oratu saya nggak terima. Kemaren adik saya di suruh ke keluarga Aska dan disuruh tanda tangan dan adik saya tidak tahu itu untuk apa sampai adik saya keluar, dan di tengah jalan ditelepon sampai  adik saya ketakutan,” sambung Lia menambahkan. 

Semenatara itu Nindy sendiri juga merasa aneh karena dirinya sudah dituduh menculik dan menganiaya sang babby sitter dan juga sopirnya.

“saya cerita saya dituduh menculik, menganiaya driver dan suster saya oleh pihak keluarga Aska. Pada Kamis saya mendapati  suster saya merekam pembicaraan kami keluarga saya,  ibu dan kakak saya yang sedang bicara di dalam rumah dan  tertangkap tangan. Saya tidak melepas dan saya bertanya apa yang  terjadi,  ada apa dan bagaimana,”ujar Nindy Ayunda.

Saat itu Lia memang sempat mengaku salah karena mengikuti perintah keluarga Aska untuk mematai-matai aktifitas Nindy dengan merekan menggunakan handphonenya. Lia juga mengaku diiming-iming tambahan gaji sebesar lima ratus ribu perbulannya. 

“Lia ditugaskan untuk mematai-matai saya, memvideoin saya dengan siapa, ngapain aja dan disuruh mengambil surat berharga di brankas saya. Lalu diserahkan ke pak Kinanta,adik kandung pak Askara. Sertifikat rumah, bpkb dan lainnya diambil sama mereka,”ungkap Nindy Ayunda. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here