Foto Sahala Siahaan kuasa hukum Jennifer Jill. (Foto: YouTube/Cumicumi)

Sempat jalani rehabilitasi selama sebulan di Lido sesuai assessment dari Badan Narkotika Nasional (BNN), namun JPU mengambil langkah mengembalikan Jennifer Jill ke Rutan Polda Metro Jaya di tengah pengobatan rehabilitasi tersebut. Hal ini tentunya sangat disayangkan oleh Sahala Siahaan selaku kuasa hukum Jennifer Jill. 

“Itu yang kami sayangkan. Kurang lebih sebulan. Pemeriksaan ahli, Dokter Yosi dari BNN beliau membuat assessment terhadap JJ,”ujar Sahala Siahaan.

“Hasil assessment itu JJ direkomendasikan untuk melakukan rehab rawat inap di Lido,” sambung Sahala Siahaan.

Ditegaskan lagi oleh Sahala, semestinya orang yang tengah menjalani rehabilitasi tidak boleh diberhentikan ditengah pengobatan, tapi harus ditunggu hingga tuntas. Karena jika dihentikan ditengah jalan, hal tersebut bisa  berdampak pada psikis si penyalahguna narkoba tersebut, termasuk bisa juga dialami oleh kliennya, Jennifer Jill. 

“Satu program yang sedang berjalan itu jangan distop, itu harus continue sesuai dengan keterangan ahli tadi, karena beda pelaku, pengedar, bandar, dengan penyalahguna dua hal yang berbeda,”ungkap Sahala Siahaan. 

“Tentu ada psikis, orang lagi direhab tiba tiba distop pasti ada dampaknya,”terang Sahala Siahaan lebih lanjut. 

Diungkap Sahala juga, Mami Ipel sapaan akrab Jennifer Jill sebagai penyalahguna narkoba itu sudah sewajibnya menjalani rehabilitasi. Karena dirinya adalah pengguna, dan lain halnya jika Jennifer didakwa sebagai pengedar, maka wajib hukumnya dipidanakan. 

“Kalau pelaku pengedar, bandar, itu kriminal pidana, ini penyalahguna bisa terjadi pada siapa saja, tahapan yang benar ya direhab. Kalau di rutan mana ada fasilitas rehab, tidak ada,”tandas  Sahala Siahaan.

Diketahui Polisi menangkap Jennifer Jill bersama Ajun Perwira dan putranya, Philow di rumahnya di kawasan perumahan elite Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/7/2021). Polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,39 gram beserta alat hisap (bong) dalam penangkapan tersebut. Ketiganya kemudian menjalani tes urine dan semuanya dinyatakan negatif. Lantaran Jennifer Jill mengaku sebagai pemilik sabu tersebut, Ajun dan anak tirinya diperbolehkan pulang.

Polisi kemudian memutuskan memeriksa rambut Jennifer Jill di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Sentul, Jawa Barat. Barulah di sini, hasil tes Jennifer Jill dinyatakan positif mengandung metamfetamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here