Meski disibukkan dengan aktifitas, namun waktu untuk menempuh pendidikan masih mereka sisihkan. Ini bukti kalau betapa pentingnya pendidikan. Karena pada kenyataannya, pendidikan selalu menjadi urutan pertama dalam keberhasilan seseorang, selain kerja keras yang disertai  doa.

Foto Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD

Menganggap pentingnya pendidikan tersebut juga yang membuat Owner dan investor Celltech Stem Cell Centre (CSC), Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, belum lama ini dianugerahkan gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Oxford Academic Union (senat Oxford). Lebih membanggakan penganugerahan tersebut disaksikan hampir 100 negara di dunia pada Jumat, (25/6/2021). 

Foto Cinta Laura, Felicya Angelista, Micha Tambayong

Sementara itu dikalangan selebriti pun pendidikan juga sudah menjadi hal penting. Terbukti ditengah kesibukan keartisnya, beberapa artis muda ini tetap peduli dengan pendidikannya, bahkan berhasi memperoleh predikat cumlaude, diantaranya: Felicya Angelista yang berhasil lulus cumlaude dari Institut Bina Nusantara disaat ia tengah hamil. Micha Tambayong berhasil  lulus di tahun 2017 dari Fakultas Hukum dengan mendapatkan nilai cumlaude dan kuliah di Program International Executive Master of Management (IEMM) di UPH. Cinta Laura berhasil lulus dari Columbia University pada tahun 2014 dengan meraih predikat cumlaude

Foto Febby Rastanty, Maudy Ayunda, Isyana Sarasvati

Lalu ada Febby Rastanty yang berhasil lulus dari fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude. Kemudian Maudy Ayunda lulus sarjana dari Oxford University dan meraih predikat cumlaude dan S2 di Stanford University. Kemudian Isyana Sarasvati lulus berpredikat cumlaude dan meraih prestasi sebagai Best Scholarship Graduate dari Royal College of Music London.

Foto Stem cell atau sel punca merupakan suatu pengobatan untuk mengganti sel yang rusak akibat berbagai penyakit yang sulit disembuhkan

Kembali pada penghargaan yang diperoleh Deby Vinski kali ini, ia menyebut kalau  gelar profesor kehormatan dari senat Oxford dalam bidang bisnis stem cell yang terus ia kembangkan. Stem cell atau sel punca merupakan suatu pengobatan untuk mengganti sel yang rusak akibat berbagai penyakit yang sulit disembuhkan. Deby Vinski mengembangkan pengobatan menggunakan stem cell dari tali pusat dengan membangun Celltech Stem Cell Centre (CSC). 

CCS merupakan laboratorium riset, pengolahan dan penyimpanan stem cell yang telah memiliki izin operasional dari Kementerian (Kemenkes) dan terakreditasi Badan Akreditasi Kedokteran Preventive & Anti-Aging Dunia (WOCPM). Di CSC, tali pusat orang melahirkan yang biasanya dibuang atau ditanam sesuai adat istiadat, diambil sedikit untuk disimpan. Tali pusat ini dapat digunakan untuk terapi pada hampir 80 tipe penyakit dengan lebih dari 35 ribu transplantasi.

“Oxford Academic Union yang sudah sangat terkenal di dunia memberikan penghargaan (kehormatan) pada bidang stem cell, yang kita ketahui di dunia yang nggak begitu banyak. Jadi ini dianggap sebagai ‘future of the medicine’,”ungkap Deby Vinski.

“Jadi saat orang melahirkan, tali pusatnya kita ambil untuk disimpan. Kita hanya perlu sedikit untuk disimpan. Stem cell dari tali pusat ini bisa dipakai untuk pengobatan leukimia, kanker, struk, dan banyak penyakit yang sulit disembuhkan lain termasuk untuk COVID-19,”sambung Deby Vinski.

Hingga kini, telah banyak pesohor negeri ini menjalani terapi stem cell sejak berpuluh tahun lalu ke luar negeri. Nah, ini saatnya menjalani stem cell terapi diterapkan di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini bisa membawa nama Indonesia ke mancanegara, bisa membuat Indonesia menjadi pusat medical tourism sehingga orang bisa datang ke Indonesia untuk perawatan stem cell,”ujar  Deby Vinski penuh harap. 

Sebelumnya, pada Juni 2018 Prof. Deby di anugerahi sebagai Professor Anti-aging Medicine di EFHRE International University, Barcelona, Spanyol. Prof. Deby menjadi Professor pertama dunia dalam  bidang kedokteran anti aging.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here