Kabar duka datang dari Politisi Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri yang meninggal dunia pada Sabtu (3/7/2021) pukul 06.15 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)Jakarta Pusat. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Rachmawati yang meninggal di usia 70 tahun ini sempat jalani perawatan intensif terkait virus Covid-19 yang bersarang didalam tubuhnya. Dan Jenazah pendiri kampus Universitas Bung Karno itu  dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Pemakamannya itu tidak jauh dari  makam suami serta makam sang bunda, Fatmawati. 

Foto Didi Mahardika. (Foto: Dokumentasi)

“Makasih teman-teman, mohon doanya semoga ibu kita, ibu Rachmawati telah berpulang karena sakit bisa diterima di SisiNYA dan saya minta dibantu doa dengan tulus. Ya ada ada penyakit bawaan dan sudah cukup umur. Sebelumnya ibu sempat sehat dan  ibu selalu bicara sama saya amanah minta dimakamin disamping ibu dan suaminya,”ujar Didi Mahardika. 

Kepergian sang bunda tersebut tak mampu membuat Muhammad Mahardika Putra atau lebih dikenal dengan panggilan Didi itu menutup kesedihannya. Sebagai anak laki-laki yang dekat dengan sosok ibunya, Didi pun ungkap masih banyak pekerjaan dan keinginan mendiang yang belum tercapai dan harus ia perjuangkan sebagai anak. 

“Banyak pelajaran yang belum disampaikan pada kita, tapi ibu keburu sakit. Jadi mau nggak mau kita sebagai anak harus meneruskan perjuangannya. Insya Allah ya, mohon doanya aja. Kami sangat kehilangan dan semoga ibu mendapat surga yang terbaik,”tandas Didi Mahardika.

Terkait penyebab kematiannya Rachmawati diketahui selain karena beberapa komplikasi lanjut usia, Rachmawati juga sempat terpapar virus Covid 19. Dan ternyata satu hari sebelum wafat disebut, kondisi Rachmawati sempat baik-baik saja. Bahkan keluarga juga masih bisa berkomunikasi meski tak bisa bertatapan secara langsung, melainkan dari balik jendela kaca tempat ia dirawat di RSPAD Gatot Subroto. 

“Punya penyakit bawaan juga dan sempat dirawati di ICU. Seperti ruang kaca gitu, masih berkomunikasi, kontak mata masih biasa, melambaikan tangan,”ujar Nanda Persana (perwakilan keluarga mendiang). 

Saat itu Nanda mengatakan perasan Didi sangat sedih dan tak karuan. Didi bahkan menangis sepanjang perjalanan menuju ke rumah dan enggan turun dari mobil seakan bakal datang kabar buruk.

“Jadi feeling dari mas Didi tuh dari semalam udah nggak enak. Walaupun terakhir pas mas Didi doakan beliau itu udah kondisinya naik tuh,” ungkap Nanda Persana. 

Rachmawati adalah putri Proklamator Sukarno yang menikah dengan Fatmawati. Rachmawati lahir di Jakarta pada 27 September 1950. Rachmawati menempuh pendidikan SD dan SMP di Perguruan Cikini, Jakarta, SMA Santa Ursula, Jakarta. Rachmawati belajar menari Jawa, Sunda, dan Sumatera. Olahraganya anggar, renang, dan bulutangkis.  Semula ia bercita-cita ingin menjadi dokter, tetapi ia lulus dari SMA jurusan sosial dan akhirnya ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1969 namun tidak selesai. Namun pada 6 Oktober 2016, Rachmawati mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kim Il Sung, Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara). 

Diranah aktivisme politik, sosial, dan pendidikan, Rachmawati pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), Pengurus Yayasan Bung Karno, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno. Sedangkan dalam kepartaian, Rachmawati sempat mendirikan Partai Pelopor (2002-2012). Selanjutnya, dia masuk Partai NasDem (2012-2014), dan terakhir tokoh nasional ini berlabuh di Partai Gerindra hingga ia tutup usia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here