Gugatan yang sudah dilakukan oleh perempuan berinsial ‘W’ yang dikabarkan mantan kekasih Rezky Aditya, yaitu menuntut Rizky mengakui dan bertanggung jawab terhadap anaknya yang kini sudah berusia 8 tahun, ternyata tidak hanya sebatas tuntutan tersebut, melainkan masih ada tuntutan lainnya. Semua itu masuk dalam gugatan materil in materil ‘W’ dalam gugatannya yang sudah didaftarkannya di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten beberapa waktu lalu. Ternyata ‘W’ juga meminta pengadilan untuk menyita rumah dan mobil Rezky. Lebih jauh, ‘W’ juga menuntut kerugian 17 milyar rupiah.

Foto Kuasa Hukum ‘W’, Ferry Aswan S.H. (Foto: Dokumentasi)

“Kalo permasalahan dalam gugatan kita bukan kita meminta itu. Sebenarnya konsep gugatan mayoritas akan seperti itu, bicara gugatan materil in materil dan bicara permasalahan sita jaminan, itu sebenarnya dan belum  tentu dikabulkan apalagi in materil karena perlu pembuktian apakah benar yang  kita minta sesuai apa nggak. Jadi nggak sembarangan dikabulkan,”ujar Kuasa Hukum ‘W’, Ferry Aswan S.H.

“Karena konsepnya PMH (perbuatan melawan hukum) maka secara otomatis kita memasukan materil in materil sita jaminan, bukan hanya  semua orang yang gugat PMH begitu, tapi intinya kita menggugat adalah pengakuan dan tes DNA. Nanti  peradilan yang memproses semua itu,”sambung  Ferry Aswan S.H. 

Meski Ferry menegaskan kalau inti gugatan kliennya, ‘W’bukan pada sita menyita itu, namun hal ini sudah menjadi bagian dari gugatan ‘W’ karena harus mencantumkan gugatan materil dan in materil. Lalu bagaimana pihak Rezky menanggapinya? 

Foto Rezky Aditya, Hendrawan Halim S.H. (Foto: Dokumentasi)

“Kalo dari pihak Rezky, klien kami sebenarnya menanggapinya biasa aja. Ini persoalan kaya semacam pengakuan-pengakuan berujung pada  gugatan. Mungkin dari  pihak sana yang harus membuktikan. Rezky hanya  melihat faktanya. Memang  sampai saat ini pihak klien kami belum melakukan persiapan apa-apa, nanti kalo udah ada surat gugatan baru kita bisa lihat apa apa saja yang bisa mereka buktikan dan mereka lakukan gugatanya,”ujar kuasa hukum Rezky Aditya, Hendrawan Halim S.H. 

Ditegaskan kembali oleh  Hendrawan kalau Rezky belum menyiapkan apapun terkait bukti-bukti. Lantaran hingga saat ini belum mengetahui isi gugatannya. 

“Ini sebenarnya hal sensitif bukan persoalan pihak ‘W’ dan  klien kami yang katanya ada seorang anak di bawah umur dari  visi psikolognya harus diperhitungkan, makanya kami nggak berani berkomentar lebih jauh karena ini hal sensitif,  kita menjaga dari  dampak lainnya. Saya nggak mau terlalu mendahului tapi kalo soal gugatan pengakuan boleh saja, sah sah saja. Kalo tes DNA nggak semudah itu, makanya pihak kami nggak terlalu jauh kesana, biar proses persidangan yang akan bergulir soal tes DNA dan menentukannya,”terang Hendrawan Halim S.H.

Fakta terbaru juga menyebutkan kalau ‘W’ pernah ditahan dalam kasus bisnis pada tahun 2015 silam. Hal ini dibenarkan oleh Ferry Aswan,namun tidak ada kaitannya dengan dirinya. Saat ini Ferry hanya mau fokus pada perkara yang dipegangnya, yaitu meminta pertanggungjawaban Rezky terhadap anak kliennya,’W’. 

“Kalo masalah hukum kemaren dah saya tanya, masalah hukum tahun 2015 dan dijalani. Dan bukan saya tangani dan permasalahan itu tidak ada hubungan dengan yang saya tangani sekarang, jadi saya harus fokus dengan perkara pengakuan anak. Permasalahan itu diungkit bukan tujuan kita dan bukan fokus kita disitu. Ya kalo untuk  permasalahn yang muncul  dan tidak ada kaitanya dengan  masalah yang saya pegang silahkan saja. Kalo mau tau tujuannya silahkan tanya ama yang  menyebarkan apa opini dan motifnya,”ungkap Ferry Aswan S.H.

“Saya harus konsen dengan  perkara yang saya pegang. Saya tidak mau kebawa dengan opini yang keluar dari yang harus saya jalani,” tandas Ferry Aswan S.H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here