Mantan istri siri dari pesepakbola Bambang Pamungkas, Amalia Fujiawati, masih memperjuangkan hak asal-usul anak-anaknya. Amalia perlu nama Bambang Pamungkas untuk membuat akta lahir anaknya. Ini dilakukannya untuk mendapatkan keadilan bagi kedua buah cintanya dengan pesepakbola yang akrab disapa Bepe itu. 

Untuk itu Amalia pun siap menunjukkan  semua bukti pada kuasa hukum dan majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Bukti tersebut berupa foto dan video yang menunjukkan adanya hubungan dan pernikahan. Semua bukti itu ditolak pihak Bambang. Dan yang lebih menyakitkan lagi bagi Amalia, pihak Bambang menyebutkan bila foto dan video tersebut adalah hasil editan editing. 

Foto kuasa hukum Bambang Pamungkas (Khasannul S.H.). (Foto: Dokumentasi)

“Bukti banyak sih dari sana, ngapain bukti yang nggak jelas. Foto perkawinan tapi full face, nggak ada di wajah Bepe. Kita adakan mekanisme, biasa aja orang itu bukan bukti yang valid. Aksi nanti tapi nggak tau siapa yang dijadikan saksi. Kita liat nanti siapa nggak ada dan disajikan dikesaksian, kita buktikan kalo dia berani mengundang yang jadi saksi di persidangan.  KIta liat nanti,”ujar kuasa hukum Bambang Pamungkas (Khasannul S.H.) 

Foto kuasa hukum Amalia Fujiawati (Ali Nurdin S.H.). (Foto: Dokumentasi)

“Dipersidangan  pihak sebrang sana ketika kita hadirkan bukti-bukti  semuanya dibantah. Foto yang diberikan di pengadilan sebagai  bukti disanggah foto itu hasil editan. Dua obyek foto yang disatukan kita memanipulasi kita satukan. Kedua video yang saya tunjukan dah terjadi pernikahan dianggapg  benar karena Bambang ada di belakang. Saksi juga dibantah sehingga semua bukti yang kita hadirkan di pengadilan semuanya dibantah bahwa itu adalah hasil editan/manipulasi dan hasil tidak benar,”ungkap kuasa hukum Amalia Fujiawati (Ali Nurdin S.H.) 

Sebagai kuasa hukum Amalia, Ali Nurdin pastinya keberatan jika dibilang semua bukti-bukti itu adalah hasil editan. Namun bagaimana dengan pihak Bambang, siapkah melaporkan Ali Nurdin terkait bukti palsu tersebut? Namun yang jelas Ali Nurdin mengaku siap menunggu laporan pihak Bambang atas dugaan laporan palsu tersebut. 

“Saya dan tim berunding dengan tim semua. Kalo pihak sana merasa dicemarkan dan merasa itu  semua hasil editan, maka  saya dan bu Amalia menuggu laporan di Bareskrim atau Polda Metro Jaya berarti nama baik anda  telah dicemarkan. Kalo datang dari pemikiran yang benar seperti itu seharusnya pihak mereka melaporkan pihak kita. Jadi kita tunggu apakah mereka berani melaporkan kita ke Polda Metro atau Bareskrim, kan kantor polisi buka 24 jam kalo mau bikin laporan,”tantang Ali Nurdin S.H.

Diketahui keduanya memang telah bersepakat untuk melakukan cerai secara baik-baik pada bulan Desember 2020. Saat itu ia masih mengandung anak keduanya di usia tiga bulan. Dan pernikahan hanya secara agama membuat Amalia kesulitan untuk membuat surat akta kelahiran sang anak.  Maka salah satu cara adalah melakukan tes DNA sebagai bukti jika anak-anak Amalia adalah buah hati Bambang Pamungkas. Karena itu Amalia mendesak agar Bambang mau melakukan tes DNA. 

Sementara itu sikap Bambang yang seolah tidak mengakui sang anak menurut Ali Nurdin sikap yang tidak bertanggung jawab kepada kedua anaknya yang lahir dari rahim Amalia, wanita yang sudah dinikahinya secara siri itu. 

“Disini terlihat kualitas seorang dimana sebagai  seorang laki-laki beragama muslim tapi tidak mau mengakui anak yang dilahirkan sebagai anaknya. Ali mencontohkan lewat sebuah buku ‘The Princes’ yang menyebutkan biar buku bajingan juga masih menyebutkan “tanggung jawab dari seorang laki-laki adalah tanggung jawabnya, tapi cintanya biar disemai dan tumbuh dimana-mana’. Ini buku bahaya tapi ada mengajarkan laki-laki harus bertanggung jawab,” tandas Ali Nurdin S.H. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here