Ganasnya virus Covid-19 membuat banyak yang tidak bisa bertahan dan akhirnya meninggal dunia. Ini juga terjadi kepada orangtua kedua selebriti ini, Sholeh Mahmoed Nasutian alias Ustaz Solmed dan Kartika Putri. 

Sebagai ustaz dan anak tunggal,ustaz Solmed langsung memimpin sholat jenazah almarhumah ibu kandungnya, Hajjah Salmah Lubis. Sang bunda meninggal dunia pada Minggu,11 Juli 2021 kemarin lantaran terpapar virus Covid-19. Meski berusaha terlihat kuat dan tegar dalam menerima kepergian orang yang sangat disayanginya, ustaz Solmed tetap tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, terlebih saat ia mengazankan dan membacakan qomat sebelum peti jenazah sang bunda ditutup tanah merah. 

Seusai proses pemakaman sang bunda di komplek pemakaman Al Azhar, Karawang, Jawa Barat, Ustaz Solmed didampingi sang isteri, April Jasmine pun meluangkan waktu untuk berbagi cerita perihal dua tahun sang bunda sudah menjalani cuci darah karena penyakit ginjal yang idapnya, hingga bertambah parah usai terpapar Covid-19. 

Foto Ustaz Solmed didampingi April Jasmine. (Foto: Dokumentasi)

“Emak saya ini sudah hampir dua tahun melakukan cuci darah tiap selasa dan jumat, dulu senin dan kamis, pokoknya seminggu dua kalilah. Mungkin karena terlalu sering  bersentuhan dengan rumah sakit untuk cuci darah di masa pandemi makanya emak terdeteksi kena covid. Karena itu rumah sakit nggak nerima lagi untuk cuci darah kebutuhan bagi yang terkena ginjal yang tidak lagi berfungsi,”ujar Ustaz Solmed didampingi April Jasmine.

Tidak diterima di rumah sakit biasanya membuat ustaz Solmed berusaha mencari rumah sakit lain yang bisa menerima ibunya untuk lakukan cuci darah sekaligus menjalani perawatan bagi penyembuhan Covid yang dideritanya. 

“Tanggal  4 kali yach, seinget saya hari sabtu masuk ICU dah satu minggu setelah  dinyatakan kena covid. Mestinya emak seminggu dua kali rutin, tapi apa daya rumah sakit yang selama ini menerima tidak menerima karena covid. Akhirnya saya mencoba meminta info ke Gubernur Anies Baswedan dan beliau sampaikan ada di rumah sakit Cengkareng dan kita bawa kesana untuk cuci darah karena  sudah lewat satu minggu. Dengan  kondisi penyakit penyerta yang bermacam-macam sampai emak saya drop dan masuk ICU dipakai oksigen yang lebih dari biasa, tetap saja drop hingga digunakan ventilator sampai Allah panggil emak saya,”beber Ustaz Solmed.

“Alhamdulillah saya rutin menjalani SWAB Alhamdulillah saya nggak kena, kalo April dah lebih dulu dia kena. Dan saya tidak mau terlalu memikirkan emak saya kena dimana karena ini takdir Allah. Saya mohon doakan emak saya semoga allah mengampuni segala kesalahannya dan  menerima amal sholeh dan kebaikannya menjadi tiket yang meringankan emak saya di dalam  kubur  dan saya kuat dengan apa yang Allah  berikan,”harap Ustaz Solmed. 

Serupa dengan Ustaz Solmed, kesedihan mendalam juga tengah dirasakan Kartika Putri atas meninggalnya sang bunda, Masayu Puspita Diana Putri pada Sabtu, 10 Juli 2021 lalu, pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya, sang bunda sempat jalani perawatan insentif di rumah sakit karena terpapar Covid-19. 

Foto Kartika Putri didampingi sang suami, Habib Usman Bi Yahya

“Mamah dinyatakan Covid-19 pada tanggal 30 Juni dan tanggal  1 Juli  dah mulai sesak nafas dan minta dioksigen. Hari kedua mamah belum  mau di bawa kerumah sakit, tapi  ada dokter yang mengawasi di rumah. Di tanggal  3 saturasi mamah turun sampai angka 94 yang harus dilarikan ke rumah sakit dan kita cari rumah sakit setelah mengantri lama. Mamah  akhirnya  di foto paru-parunya yang sudah penuh virus  dan akurasi mamah dah turun di angka 74. Dipasang  ventilator dan tidak sadarkan dan tanggal 4 terakhir kali kita bertatap wajah lewat hp,”jelas Kartika Putri didampingi sang suami, Habib Usman Bi Yahya. 

Saat sang bunda dinyatakan positif, Kartika Putri sedang berada di Bali bersama anaknya. Dan sebelum sang bunda drop dan dipasang ventilator di ICU, sang bunda sempat meminta Kartika pulang, sepertinya ini tanda kalau sang bunda akan pergi menghadap Sang Khalik. 

“Mamah sempat berpesan dan meminta saya pulang karena  saya dah satu bulan di Bali. Kami juga sudah melakukan segala cara terapi, tapi Allah bekehendak lain dan sayang sama mamah. Insya Allah husnul khotimah. Saya sebagai anak meminta maaf bila ada kesalahan dari  ibu kami dan bila  ada urusan yang  belum selesai, silahkan ketemu kami berdua,”pungkas Kartika Putri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here