Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 13 Juli 2021 lalu akhirnya menjatuhkan vonis 9 bulan penjara kepada PP dan MN, dua orang terdakwa kasus penyebaran konten video porno Gisella Anastasia dan Michael Yukinobi De Fretes alias Nobu. Kedua terdakwa yang dituntut Jaksa Penuntut Umum itu didenda 50 juta dengan subside 3 bulan kurungan. Namun saat ini bukan vonis itu yang menjadi pembicaraan dan membuat kasus ini kembali memanas. Roberto Sihotang kuasa hukum PP menyebutkan jika Gisel dan Nobu membuat video asusila mereka lebih dari satu. Bahkan disebutkannya ada 5 yang dilakukannya dibeberapa daerah di Indonesia. Jika video yang tersebar mereka buat di Sumatera Utara, maka ada video mesum mereka lainnya ada yang dibuat di Palembang, Surabaya serta beberapa daerah lainnya. 

Foto Roberto Sihotang (Kuasa Hukum PP). (Foto: Dokumentasi)

“Mereka berhubungan intim kalau di ungkap di fakta persidangan ada mungkin sekitar 5 kali. Tapi video yang tersebar ya video yang 19 detik itu, tapi nggak semuanya mereka rekam,”ungkap Roberto Sihotang (Kuasa Hukum PP).

Hal ini dibocorkan Roberto terkait rasa kecewanya atas keberatan vonis pengadilan yang sudah dijatuhkan kepada kliennya. Menurutnya, PP bukanlah orang pertama yang menyebarkan video tersebut. Fakta pengadilan menyebutkan jika Gisel adalah orang pertama yang menyebarkan dengan mengirim video tersebut kepada Nobu. Sementara itu PP hanya mengcopy . 

Sementara itu pengacara MN mengaku justru tidak tahu jika Gisel dan Nobu membuat video asusila lebih dari satu. Dan menurut sang kuasa hukum, Andreas Nahot Silitonga seharusnya MN dihukum lebih ringan daripada PP. 

Foto Andreas Nahot Silitonga. (Foto: Dokumentasi)

“Kemaren itu klien kami sudah diputusin kasus penyebaran konten asusila dengan  vonis 9 bulan penjara dengan  denda 50 juta subside 3 bulan penjara. Klien kami sudah menjalani sekitar 8 bulan,praktis untuk  memenuhi 9 bula tinggal 1 bulan lagi. Dan kalo ada 50 juta tinggal sebulan lagi,kalo gak ada paling lama 12 bulan ya jalaninya. Saya merasa ini putusan yang paling baik karena ancaman penjara maksimal 12 tahun dan bisa dibayangkan ini putusan hanya 9 bulan, ini sudah sangat baiklah. Ini sebuah anugerah kalo dari sisi penahanan, namun  kami masih berpendapat ini tidak terpenuhi unsurnya,”terang Andreas Nahot Silitonga. 

“Mengenai Nobu kedepan kita serahkan ketentuan hukum Indonesia aja, kita tidak mengomentari putusan hukum yang  rendah karena  ancaman hukumhnya 12 tahun dan jaksa menuntut 1 tahun dan putusan 9 bulan, saya rasa itu sidah bagus sekali untuk kejahatan yang memang dibilang viral. Perbuatan orang ain yang disebarkan oleh orang lain pula, saya rasa putusan hakim seperti itu sudah manusiawi menurut saya,”tandas kuasa hukum Nobu (Irwansyah. Putra. S.H.) 

Sedangkan Gisel sendiri menanggapi kedua terdakwa itu bukan penyebar pertama, ia pun menegaskan sudah ada jari-jari lainnya. Untuk itu diakui Gisel merasa kesal, namun  semua sudah terlanjur. 

Foto Gisella Anastasia. (Foto: Dokumentasi)

“Kalo ini kan bukan penyebar pertama, jadi pasti banyak jari-jari yang ngurus. Kalo mau ditanya gregetan penasaran iya mau marah. Tapi  mau nggak mau sudah terlanjur terjadi. Tapi kalo penasaran pastilah. Mau marah kita punya perasaan ama orang membenci, dendam, nggak ada manfaatnya mending melepas dan mengampuninya, itu lebih plong,” terang Gisel. 

Pasca dua terdakwa penyebaran konten video asusila telah diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, maka tinggal kedua pelaku dalam video panas itu yang masih menunggu status hukum mereka. Dan perkara Gisel dan Nobu masih terus dalam penyidikan Polda Metro Jaya dan belum ada tanda akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas video yang tersebar pada 6 November 2020 lalu itu, Gisel dan Nobu tetap dikenakan wajib lapor pada Senin dan Kamis setiap minggunya. 

“Ya masih wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Padahal sebenarnya Nobu sudah capek dengan wajib lapor ini karena ia pengen cepet kelar yang  terbaik dan doakan ya,”tandas Irwansyah. Putra. S.H. 

“Hari ini tetap kewajiban lapor yang  ke-21 dan masih belum ada kabar, kita belum dapat infrmasi apa-apa kapan sidangnya, masih menunggu. Kita juga kooperatif untuk datang ke sidang. Kalo memang sudah diberikan intruksinya kita akan ikuti,”ungkap Nobu sambil menegaskan ingin cepat mendapat kepastian hukum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here