Hanya berjarak 5 hari usai kepergian sang bunda, Salmah Lubis yang meninggal dunia pada 11 Juli 2021 lalu, Ustaz Solmed pun harus menerima kenyataan kalau sang ayah, Nadjamuddin Nasution menyusul sang bunda. Sang ayah meninggal dunia pada 16 Juli 2021 lalu. Kehilangan kedua orangtua dalam waktu berdekatan itu tentunya diluar dugaan Ustaz Solmed dan  menjadi duka mendalam bagi pasangan Ustaz Solmed dan juga sang isteri, April Jasmine. Bisa dibayangkan belum usai duka yang dirasakan mereka atas kehilangan sang bunda, kini duka tersebut bertambah dengan kehilangan sang ayah. 

Foto Ustaz Solmed dan sang isteri, April Jasmine. (Foto: Dokumentasi)

“Tidak pernah terbayangkan,tidak pernah ada dalam bayangan kalo ayah dan emak meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan. Emak meninggal 5 hari kemudian ayah dan meninggal di rumah sakit, nggak bisa  ditengok dan nggak bisa diliat. Padahal punya harapan kalo wafat bisa diliat langsung di samping kita. Kita  yakin kepada Allah S.W.T mudah-mudahan dengan  ijinnya Allah ayah dan emak diakhir hayatnya tetap ingat kepada Allah SWT. Mau  bilang apa semua sudah suratan. Cuma satu rumusnya terima itu dengan  lapang dada meski berat banget. Buatkami ini adalah ujian cobaan yang kita kembalikan kepada Allah,”ujar Ustaz Solmed dang sang isteri, April Jasmine.

Tidak hanya sedih kedua orangtuanya wafat dalam waktu berdekatan, Ustaz Solmed juga sedih kedua orangtuanya meninggal dunia karena terpapar virus Covid-19. Hal tersebut membuat Ustaz tidak bisa berada disamping kedua orangtuanya saat sakaratul maut menjemput orangtuanya.  

Diceritakan juga oleh Ustaz Solmed kalau sebenarnya ayahnya jarang sakit, namun tiba-tiba mengalami sesak nafas yang parah. Keadaan ini membuat saat sang bunda meninggal dunia, Ustaz Solmed belum beritahukan sang ayah karena masih berharap akan kesembuhan ayahnya. Namun ternyata Allah lebih sayang kepada sang ayah yang kemudian menutup mata di rumah sakit. 

“Justru kaget banget kita ya Allah orang pagi mau bawa emak ke rumah sakit, kok tiba-tiba ayah yang  duluan ke rumah sakit karena dia nyesek gitu. Memang saat itu ayah sudah dalam masa ventilator, ditidurkan dan ayah tidak tahu kalo  emak sudah tidak ada makanya tadi  kita ngobrol masih ada harapanlah pada saat emak meninggal karena ayah masih dalam penanganan dokter. Kita berpikir nanti kalo udah sembuh baru kita kasih tau. Tapi manusia hanya bisa berharap, Allah jua yang menentukan dengan  segala ketentuannya,”ungkap Ustaz Solmed. 

Ditengah rasa duka mendalamnya, Ustaz Solmed pun mengenang sosok almarhum ayahnya sebagai sosok yang taat beribadah. Bahkan sang ayah memiliki sajadah favorit yang sering digunakannya untuk beribadah. Meski sudah robek-robek namun sajadah itu tetap digunakannya sekalipun sudah dibelikan sajadah yang baru. 

“InsyaAllah  ayah orang yang  baik, nggak pernah  neko-neko  dan hidupnya bener-bener santai.  Kami menikmati kebersamaan di rumah, dari sholat tahajud biasa kami nggak tidur lagi sampai sholat dhuha. Terus ada sajadah sampai akhir hayat masih dia pakai dan itu sudah mulai robek robek. Beliau ahli ibadah, ahli dzikir dan secara akhlak,mudah-mudahan akhlak yang mulia,”kenang Ustaz Solmed.

Sebelum kepergian sang ayah ada hal janggal yang dilakukan sang ayah, mungkin sebenarnya hal tersebut merupakan tanda kalau sang ayah akan pergi. Menurut Ustaz Solmed, ayahnya tiba-tiba mengeluarkan dan memberikan padanya berkas-berkas semasa kuliahnya dulu. Sang ayah juga meminta doa kepada semuanya untuk mendiang orangtuanya serta keluarganya yang ditinggalkan yang masih diselimuti perasaan duka. 

“Beberapa minggu sebelum ke rumah sakit saya nggak nyimpen firasat tapi rada aneh. Ayah nggak  pernah ngeluarin berkas-berkas pendidikan saya, jadi mulai TK Sanawiyah, Aliyah, kuliah  menang lomba tiba-tiba dalam satu bundle ayah kasih ke saya. Termasuk  surat penting. Seiring berjalannya waktu ternyata berliau wafat meninggal dunia,”ungkap Ustaz Solmed sambil tidak lupa meminta doa untuk sang ayah. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here