Kondisi pandemi Covid-19 yang makin mencekam dan membatasi ruang gerak ini tidak hanya membuat kalangan orang dewasa rentan alami masalah kesehatan mental, tapi juga anak-anak. Karena itu sebagai orangtua harus memperhatikan dan memastikan anak Anda tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga secara mental. 

Untuk mengetahui sang anak sehat mental alias tidak stres, maka perlu diketahui tanda-tandanya. Mengingat kesehatan mental pada anak masih kerap terabaikan karena gejalanya tidak mudah dikenali seperti halnya orang dewasa. Karena itu orangtua dihimbau untuk lebih aktif berkomunikasi dengan anaknya dan ajak anak untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya. 

Lalu seperti apa tanda anak sedang stres? Berikut ini 6  tanda stres pada anak yang harus diketahui dan diwaspadai para orangtua di tengah pandemi Covid-19 saat ini (dari berbagai sumber): 

  1. Rewel dan lekas marah, mudah kaget, menangis dan sulit untuk dihibur

Tanda-tanda tersebut sebagai reaksi atas apa yang dialami dalam mental sang anak. Karena tidak bisa mengungkapkannya secara gamblang, maka muncullah reaksi lekas marah, mudah kaget dan menangis, serta lebih sulit untuk dihibur. 

  1. Tertidur dan lebih sering terbangun di malam hari

Tanda-tanda lainnya sang anak tidak lelap dalam tidur karena tidak tenang. Hal itu membuatnya sering terbangun di malam hari atau bisa juga dengan mengingau saat tidur. 

3. Kecemasan saat berpisah dan ragu-ragu untuk mengeksplorasikan diri 

Seorang anak yang sedang stres juga bisa menunjukkan tanda ini, ia sangat cemas saat berpisah dengan orang-orang yang dekat dengannya, seperti dengan orangtuanya. Hal ini karena ia sangat membutuhkan sosok orang yang disayanginya saat ia sedang cemas atau stres. Selain itu sang anak jadi ragu-ragu untuk mengeksplorasikan diri diantara teman-temannya, padahal sebelumnya sang anak sangat mudah bergaul. 

  1. Hilangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

Anak stress juga bisa ditandai dengan hilangnya minat pada aktifitas yang sebelumnya dinikmatinya. Bahkan sang anak terlihat  jadi tidak berminat sama sekali. 

5. Perubahan nafsu makan, berat badan atau pola makan.

Sang anak juga bisa kurang nafsu makan hingga membuat berat badannya menurun. Namun bisa juga sang anak jadi mau makan sepanjang waktu alias jadi mau makan terus.

  1. Masalah dengan memori, pemikiran, atau konsentrasi.

Anak yang biasa konsentrasinya tinggi, namun tiba-tiba jadi susah konsentrasi juga patut diwaspadai. Apalagi sudah menganggu memori dan pemikirannya. 

Itulah 6 tanda anak alami gangguan kesehatan mentalnya alias stres. Sebelum semua itu terjadi, maka jaga anak Anda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here