Kasus prostitusi anak dibawah umur masih terus menjadi ancaman tersendiri bagi negeri ini. Baru-baru ini kembali kasus prostitusi online menyeret nama selebgram, DJ dan juga artis, Tania Ayu. Kasus Tania ini sudah diputuskan Pengadilan Negeri Bandung Jawa Barat, seperti yang tercantum pada website Mahkamah Agung pada 22 Juli 2021 lalu. Dijelaskan didalamnya bahwa majelis hakim hanya menjatuhkan vonis terhadap empat orang terdakwa dengan hukuman 6 bulan penjara hingga 10 bulan penjara, denda 50 juta subsider 1 bulan penjara. Sementara Tania Ayu dihadirkan sebagai saksi. Meski dalam persidangan dijelaskan jika saksi miliki tariff kencan 15-30 juta, namun Tania Ayu lolos dari hukuman. 

“Mereka kan korban pelaku prostitusi online, sebagai mucikari yang  kita kenakan karena umumnya begitu. Tsania sebagai saksi korban,”ujar Kombes Pol.Erdi A.Chaniago (Kabid Humas Polda Jabar). 

Diketahui  Tania memang sering memperlihat foto-foto seksinya di akun Instagram miliknya. Beberapa warganet kerap kali menyindir, namun beberapa juga memberikan dukungan semangat. Dan Tania pun sempat memposting foto seksinya dengan caption PPKM ”Pala Pusing Kurang Money” yang banyak dibanjiri komentar para netizen. Menyangkut hal ini Dinnar Candy pun memberikan responnya. 

Foto Dinnar Candy. (Foto: Dokumentasi)

“Itu balik lagi  ke manajemen keuangan sebelumnya. Kalo aku DJ besar aman aku. Kalo mau jual diri diupload di sosmed, kalo dilaporin kena kite. Kalo mau sensasi harus smart, belajar tentang kite. Kalo  pede dengan  prestasi ya kejar prestasi aja. Setahu aku jual diri di posting kena sih,pidana,” ujar Dinnar Candy.

Sementara itu pihak Tania Ayu masih enggan berkomentar tentang kabar tersebut.  Tania kerap disebut-disebut sebagai artis berinisial TA yang diamankan polisi atas dugaan kasus prostitusi online. Ia diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12/2020). Hingga saat ini status TA adalah sebagai saksi. Namun, dari sejak penangkapan pada Desember 2020 lalu, pihak Tania tidak berbicara banyak pada media maupun secara resmi membenarkan atau menyangkal dugaan tersebut.

“Kalo buat hukuman jera kedepannya UU-nya diubah. Yang melakukan prostitusi kena, dikasih pelajaran biar nggak lama, biar nggak jualan lagi. Kalo nggak jualan harus pintar. Kalo yang  jualan harus  merawat badan, otak harus main juga,”tandas  Dinnar Candy.

Sementara itu kasus asusila lainnya yang melibatkan anak-anak dibawah umur juga menimpa Cyntiara Alona. Bedanya, kasus Alona ini sudah P21 atau dinyatakan lengkap. Pada penyerahan tahap dua berkas penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus hukumnya telah menyerahkan berkas perkara, barang bukti serta Alona dan dua tersangka lainnya ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Diketahui  Alona ditahan polisi lantaran sebagai pemilik Hotel Alona yang dijadikan tempat praktik prostitusi. Selain dia, AA dan DA juga jadi tersangka yang masing-masing memiliki peran pengelola hotel dan muncikari. Hotel tersebut berada di Kreo, Larangan, Tangerang Selatan dan digerebek polisi pada Selasa (16/3/2021). Penggerebekan dilakukan menyusul aduan masyarakat soal pratik prostitusi di lokasi tersebut. Belasan orang digelandang, termasuk pelanggan dan PSK yang masih di bawah umur. Alona pun jalani pemeriksaan pada 17 Maret 2021 dan langsung dinyatakan sebagai tersangka dan ditahan.

Namun jelang kasusnya disidangkan, tiba-tiba saja Alona yang dititipkan di rumah tahanan Polda Metro Jaya mengalami depresi hingga harus dilarikan ke rumah sakit Polri Kramatjati. Alona dikabarkan sempat alami gangguan psikologis. 

“Iya sih cuma ada dikit kendala, siapa orang yang nggak stress di penjara, jadi memang sempat ada sedikit problem psikisnya,” ungkap Halim Darmawan S.H (Kuasa Hukum Cynthiara Alona).

Foto Tyas Kirana. (Foto: Dokumentasi)

Dan kakak saya datang kemari untuk berobat, sakitnya dah lumayan lama cuma masih bisa di control diri sendiri. Kakak saya lagi mendalami ilmu agama, sekarang  kakak saya sedang mengalami sedikiti tekanan psikisnya dan minta di bawa kemari,”lanjut  Tyas Kirana (Adik Cynthiara Alona). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here