Satu lagi korban Covid-19 melanda rekan selebriti dan publik figure, Erros Djarot. Seniman dan politikus satu ini mengaku tertular Covid-19 dari uang kertas. Dia terpapar Covid-19 sejak 17 hari yang lalu dengan tidak bergejala seperti batuk, pusing dan disertai sesak nafas.

Foto Erros Djarot. (Foto: YouTube/Rian Ekky Pradipta)

“Saya tidak pernah keluar rumah, tidak ada bertemu orang selain orang di rumah. Benar-benar saya kena karena sentuh uang kertas,”ujar Erros Djarot.

Dugaan dari uang kertas itu diyakini Erros usai ia mencoba mencari tahu sendiri. Erros pun pun kembali mengingat kejadian seminggu atau sepuluh hari terakhir. Ia menduga, sumber penularan berasal dari kontak dengan uang kertas. Hanya itulah satu-satunya jejak kemungkinannya menurut Erros.

“Saya pernah suruh pembantu pergi belanja. Beli apa gitu. Mungkin di uang kembalian itu menempel virus,”ujar Erros. 

Padahal Erros sudah berusaha menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang makin meningkat dengan memutuskan tinggal di villa pribadi, tepatnya di daerah Gadog, Puncak, Jawa Barat. Namun justru ditempat pengungsian itulah Erros malah  terpapar virus Covid-19. 

Selain itu diungkap Erros juga kalau ia dan keluarga hanya mengurung diri selama di puncak. Namun saat melakukan tes antigen, dia dinyatakan positif Covid-19. Hal ini membuat sutradara film “Tjoet Nya’ Dhien” ini merasa kaget karena sama sekali diluar dugaannya.

“Ya hasil tes ternyata saya positif. Istri juga,”ungkap suami Dewi Triyadi Surianegara ini. 

Awalnya, Erros sempat heran dengan hasil swab antigen yang menyatakan dirinya positif Covid-19. Pasalnya, ia tidak mengalami gejala apapun selain tidak enak badan selama lima hari.

“Ini juga asli, saya hampir tidak merasakan apa-apa. Sebelumnya pun begitu. Makanya, heran juga hasil swab antigen mendeteksi saya positif,”tandas Erros Djarot. 

Meski begitu pria yang menginjak usia 71 tahun ini tetap berusaha  tenang. Dia mengaku fokus mendekatkan diri kepada Tuhan dan memasrahkan diri. Ia meyakini Tuhan tidak memberi cobaan kepada ummatnya melebihi kemampuan memikul cobaan tersebut.

Usai dinyatakan positif, Ayah Banyu Biru dan Sekar Putih pun menjalani masa isolasi mandiri dengan membangun positif thinking. Selama isoman, dia menganggap bisa mendapatkan kesempatan baik untuk beristirahat sejenak, makan yang banyak, tidur yang cukup dan minum obat serta vitamin. Adapun salah satu obat yang dia konsumsi ialah obat cacing ivermectim.

“”Namun sekarang, Ahamdulilah saya sudah pulih. Dewi juga sudah berangsur membaik,”tandas Erros Djarot. 

Sebagai info, kondisi Erros dan isteri sudah membaik, namun Erros sudah kehilangan adiknya,  Budi Djarot yang meninggal tepat tanggal 27 Juni 2021 lalu karena positif Covid-19. Karena itulah, Erros menghimbau  masyarakat untuk berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman Covid-19.

“Masyarakat perlu berhati-hati, ini serius. Mengingatkan semua teman supaya tingkatkan kewaspadaan. Anda juga, hati-hati deh. kita sudah pada tua, virus ini gawat. Jangan main-main, saya sudah kehilangan adik,”pungkas Erros Djarot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here