Duka kembali menyelimuti keluarga artis Irwansyah. Usai kepergian sang ayah, Ummar Effendy yang meninggal dunia pada Kamis (8/7/2021). Sang bunda, Hajah Herlianah pun ikut menyusul pergi menghadap Sang Khalik pada Rabu, 4 Agustus 2021 kemarin. Sang bunda meninggal dunia karena terpapar virus Covid-19. 

Saat mengetahui dirinya terpapar Covid-19, Herlianah sempat menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun kondisinya tidak kunjung membaik. Bahkan saturasi oksigennya terus menurun hingga 50. Dan sang bunda pun mulai mengalami sesak nafas dan kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun karena kondisi Covid-19 tengah tinggi saat itu di Jakarta, maka rumah sakit pun kehabisan persediaan oksigen sehingga Irwansyah dan Zaskia Sungkar berusaha mencari bantuan oksigen kesana kemari. 

Namun bantuan oksigen rupanya tidak membantu pemulihan kondisi Herlianah yang harus dipasang ventilator hingga kemudian alami koma. Meski berbagai upaya telah dilakukan, termasuk bantuan plasma darah, kondisi sang bunda tidak berubah membaik. Begitu juga dengan saturasi dalam darahnya tidak kunjung meningkat juga. Itulah yang membuat sang bunda tak kunjung bangun dari komanya. Bahkan menurut dokter tubuh Herlianah tidak lagi merespon obat-obat yang diberikan, meski semua obat yang diberikan adalah obat yang terbaik. 

Foto Irwansyah dan istri. (Foto: YouTube/The Sungkar Family)

“Ya Massya Allah mamah sakit dah lumayan lama dan dia nggak kuat karena after efek setelah covid,”ujar Irwansyah. 

“Ya kalo kita mau mengungkap  pasti berat tapi kalo lihat  penderitaan orang lain seperti di jalur gaza dan lain-lain.  Kalo kematian kembali pada MU Ya Robb. Kita yang  masih hidup pasti ngiri. Orang yang  beriman berharap kematian ingin bertemu Allah, seindah-indahnya  dunia kita tidak bisa menikmati karena virus, sekarang dah berubah,”ungkap Mark Sungkar.

Datangnya ajal memang tak ada yang bisa menundanya, meski segala upaya terbaik sudah dilakukan Irwansyah, namun takdir berkata sang bunda harus menutup mata untuk selama-lamanya. Irwansyah bahkan sempat menunjukan dirinya sedang diambil darahnya untuk sang bunda tercinta, tapi kondisi sang bunda tetap saja kian memburuk, namun Irwansyah tetap berharap agar Allah memberikan mukzijatnya untuk kesembuhan sang bunda. Terlebih kesedihan mendalam masih dirasakan Irwansyah karena kepergian sang ayah. 

“Kita harus bener-bener pasrah ihklas, ini cobaan dari Allah, aku pas mau sholat malam aku dapat WA dari dokter disana. Tiba-tiba  ada video mamah,  dokter memberi mamah morotal dan suster dia pasangin kortal Masya Allah mamah bangun melek matanya kayak mau ngomong terus di angkat tanganya. Kita bener-bener dikasih liat kebesaran Allah bahkan keluarga dan dokter merasa bersyukur dilibatkan di sini. Kita sidah pada titik hanya berdoa semua keluarga terimaksih yang sudah mendoakan,”beber Irwansyah. 

Sang bunda yang sempat dinyatakan negatif dan kondisinya sempat terlihat mulai membaik. Karena itu Irwansyah sempat melakukan video call beberapa kali dan meminta maaf kepada sang bunda sebelum meninggal dunia. 

“Alhamdulillah  beberap kali video call pas di rumah sakit, aku nggak bisa datang ke rumah sakit karena nggak boleh. Kita dah minta maaf mamah juga Insya Allah kita semua ihklas. Karena sudah pakai ventilator dia cuma bisa ngangguk, ngomong mulutnya aja. Kata suster ibu orangnya paling tenang di ICU,”ungkap Irwansyah. 

Semasa hidupnya, sang bunda tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun paska meninggal sang ayah, kondisi fisik sang bunda menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Dan semua ini merupakan ujian berat bagi Irwansyah karena ditinggal pergi kedua orang tuanya dalam waktu berdekatan. 

“Saya  juga tadinya pikir kok berat banget cobaannya cuma saya yakin sesayang-sayangnya saya  dan keluarga, tapi  Allah lebih sayang  sama mamah dan papah. Sesayang-sayangnya saya sama mamah papah apa bisa 24 jam? nggak bisa tapi Allah bisa. Mamah sudah sayang ama mamah papah, “tandas Irwansyah.

Kini, sang bunda telah tiada dan jenazahnya dimakamkan di dekat sang ayah di pemakaman dekat rumahnya, taman pemakaman umum Rawa Lele, Jombang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here