Pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut membuat makin banyak tenaga medis yang berada di garis depan Covid berjatuhan, bahkan ada yang gugur sebagai pahlawan Covid-19. Demi menolong pasien Covid, mereka rela korbankan kesehatan hingga jiwa mereka. Jadi wajar kalau mereka ini disebut pahlawan Covid, mengingat pahlawan bukan mereka yang gugur di medan perang saja saat merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Namun mereka para tenaga kesehatan, pengurus jenazah dan tenaga pemakaman yang berada di garis depan menghadapi Covid-19 layak juga disebut sebagai pahlawan. 

Perjuangan dan pengorbanan para pahlawan Covid ini juga dirasakan oleh para artis yang pernah terpapar virus Covid-19. Salah satunya oleh penyanyi diva, Rossa. 

Foto Rossa. (Foto: Dokumentasi)

“Sekarang ini ternyata banyak memberi kesempatan pada kita semua untuk  jadi pejuang. Dan aku berterimakasih pada nakes, penggali kubur, driver online pengantar makanan dan ibu-ibu  rumah tangga yang  membuka usaha menjual makanan online. Kalo  dulu kan pahlawan mengangkat senjata, tapi sekarang nggak. Kita harus setiap hari mengapresiasi diri sendiri dan berjuang dalam suasana ini,”ujar Rossa.

Sebagai orang yang pernah terpapar Covid-19 dan butuh waktu 10 hari isolasi di rumahnya sampai tes PCR negatif. Tak hanya itu Rossa juga mesti harus isoman dirumahnya selama 2 minggu atau 14 hari sebelum melakukan aktifitas kesehariannya membuat Rossa merasakan bagaimana rasanya menjadi pasien Covid. Bahkan Rossa dikabarkan sampai mengeluarkan uang 1 milyar untuk menyembuhkan virus Covid dari tubuhnya. 

“Awalnya malah nggak terdeteksi karena aku harus terbang dimana aku dah mulai sakit, antigen dan PCR baik aja tapi aku isolasi aja dan ternyata benar 4-5 hari kemudian di cek positif. Dan  kalo temen yang  di rumah kalo dah nggak enak badan plis isolasi di rumah supaya tidak menularkan  banyak korban  karena ada masa inkubasi yang bisa menularkan banyak orang. Meski antigen negatif  tetap isolasi aja deh,”imbuh Rossa.

“Ooh ceritanya bukan beguitu. Itu becandaan dan saat itu banyak acara yang harus aku laksanakan, namun akhirnya aku harus mengembalikan DP yang mereka transfer gitu,”sambung Rossa. 

Sama dengan Rossa, Okan Kornelius juga setuju kalau dikatakan para tenaga medis, pengurus jenazah dan tukang pemakaman disebut sebagai pahlawan Covid. 

Foto Okan Kornelius. (Foto: Dokumentasi)

“Perjuangan mereka hebat dan kita berterima kasih pada perjuangan mereka dengan  mengikuti prokes dan jangan menganggap sepele masalah Covid ini supaya perjuangan mereka tidak sia-sia. Cara kita melanjutkan perjuangan mereka dengan mendukung program permerintah dengan prokes,”ujar Okan Kornelius. 

“Betul mereka pejuang masa kini. Kalo pejuang masa lalu bawa senjata. Pejuang masa kini membawa diri mereka sendiri dan kesehatan suntikan vaksin itu salah satu perjuangan untuk  membuat Indonesia  merdeka dalam hal pandemi,”ungkap Okan Kornelius lebih lanjut.

Jadi masih dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 tahun pada 17 Agustus lalu, pantas rasanya jika para tenaga medis, pengurus  jenazah dan penggali kubur disebut sebagai pahlawan era pandemi. Selain itu sebenarnya ada juga pahlawam yang tidak diketahui banyak orang, seperti para satgas Covid-19 yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Mereka mengabdikan dirinya karena berangkat dari rasa kemanusiaan untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here