Nama penyanyi Tina Toon menjadi sorotan belakangan ini. Mantan artis cilik yang kini sudah tambah dewasa, cantik dan langsing ini terseret dalam  kasus pelanggaran hak cipta lagu. Tina digugat  Rp. 10,7 Miliar oleh seorang gitaris band Anima, Engkan Herikan untuk lagu berjudul ‘Bintang’. Lagu tersebut dirilis ulang oleh Tina Toon pada tahun 2015. Dibawah label universal musik Indonesia. Dan  baru-baru ini, Engkan Herikan buka suara mengenai hak cipta lagunya tersebut. Engkan selaku pencipta lagu mengaku kaget saat mengetahui lagunya diaransemen ulang tanpa mengkredit namanya sebagai pencipta lagu. 

Engkan juga mengaku baru mengetahui lagunya dirilis ulang pada tahun 2020 silam. Dalam lagu ‘Bintang’ yang dinyanyikan Tina, nama pencipta lagunya diganti, bukan nama dirinya lagi, melainkan menjadi Basia dan Baros. 

“Sebenarnya tahu nama pencipta diganti itu tahun 2020. Tahun itu saya mengetahui kalo nama diganti penciptanya, Engkan diganti terus ada produsernya dan diproduksi oleh universal,”ujar Engkan Herikan. 

Tidak terima, Engkan dan tim pengacaranya menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan haknya sebagai pencipta lagu. Seperti diketahui, Engkan mengajukan gugatan kepada Tina pada April 2021 lalu. Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 23/PDT.SUS-HKI/Cipta/2021/PN Niaga JKT.PST. Engkan mempermasalahkan hak cipta lagu atas lagu ‘Bintang’ yang kembali dirilis ulang dan didaftarkan dan dibisniskan di digital song, Spotify. 

Foto Christian Valentino Aunalal S.H dan Engkan Herikan. (Foto: Dokumentasi)

“Singkat permasalahannya adalah klien kami, Engkan ini punya lagu berjudul Bintang. Dimana lagu Bintang itu diciptakan oleh mas Engkan dengan sahabatnya. Saat mas Engkan tahu, bahwa Tina Toon mempopulerkannya, me-remake dan mengaransemen ulang  dan dimasukan ke digital song Spotyfy, nah disitu tertera nama penciptanya bukan nama mas Engkan atau sahabatnya, melainkan Basia dan  Baros  dengan Ian Juanda sebagai produsernya universal studio. Dimana lagu Bintang tersebut dipopulerkan oleh Anima yang berada di bawah label Sony Musik,”ungkap Christian Valentino Aunalal S.H.

“Kami pun juga tidak semena-mena mengajukan ke hukum. Sebelumnya, kita juga meminta respon dari mereka dan tidak ada respon baru kita ke pihak pengadilan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tahapan sekarang ini kami masih menunggu untuk ditanggapi, begitupun kita ada agenda sidang di pengadilan,”sambung Christian Valentino Aunalal S.H. (Tim Pengacara Engkan Herikan). 

Selain Tina, Engkan juga menggugat Basia Roullete, Baros Roulette, Ian Juanda, Andri Anima, Universal Music Indonesia, Sony Music Indonesia dan WAMI.

“Pertanyaannya adalah ada apa Sony Musik dan Universal? sehingga lagunya mas Engkan itu bisa dialihkan atau diganti namanya. Apakah  ada perjanjian, izin atau pemberian uang?. Kita selaku kuasa hukum menganggap apa yang dilakukan Tina Toon dan beberapa pihak yang telah kami gugat telah melakukan perbuatan melanggar hukum tentang hak cipta. Jadi kami meminta ganti rugi kerugian secara materi Rp 10,7 miliar dan sampai detik ini tidak ada respon,”terang Christian Valentino Aunalal S.H.

Sementara itu Tina dalam kasus ini berstatus turut tergugat. Ternyata, tidak muluk-muluk, Engkan hanya ingin meminta klarifikasi mengapa lagunya bisa dipakai dan diubah musik serta nama pencipta lagunya tanpa sepengetahuan dirinya.

“Akhirnya lebih minta penjelasan, mungkin pihak Tina Toon itu hanya menyanyikan, kan tidak menyalahkan dia. Karena ini kan cuma pengin minta klarifikasi sama mereka-mereka yang pernah kita undang di persidangan untuk minta klarifikasi, ‘Kenapa sih lagu Engkan ini diganti namanya?’ Ibaratnya, di situ nama Engkan diganti, diubah, merasa tidak terima,”beber  Engkan Herikan.

Engkan juga sudah meminta penjelasan kepada Sony Music namun tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya ia memilih untuk menempuh jalur hukum.

“Makanya ya sudah, kita beresinnya di persidangan, biar pada kumpul semua. Saya cuma minta keterangan dari mereka, ‘Kok bisa diganti sih lagu ini?’ gitu. Karena posisinya di sini, sesudah Engkan keluar dari Anima 2009 akhirnya, itu Engkan vakum, Engkan nggak muncul di dunia entertainment, maksudnya dalam artian kita industri lagi, jadi itu lebih menyendiri saja,”tandas Engkan Herikan.

Padahal lagu tersebut susah payah Engkan ciptakan bersama sahabatnya saat dirinya masih menjadi band Indie. Kemudian pada tahun 2007, Sony Music tertarik dengan Anima dan mau memproduserinya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here