Wenny Ariani terus mencari keadilan untuk anaknya dengan meminta Rezky Aditya untuk melakukan tes DNA. Ini salah satu cara supaya Rezky yang diakui Wenny sebagai ayah anaknya itu bisa mengakui kalau sang anak, Kekey memang darah dagingnya.

Namun suami Citra Kirana itu tak berkenan untuk lakukan tes DNA. Tidak patah arang, Wenny terus berjuang dan tidak menyerah sebelum Rezky memenuhi tuntutannya yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang Kota itu. 

Bahkan kini, Wenny dan Ferry Aswan sebagai kuasa hukumnya telah melaporkan Rezky ke Polres Jakarta Selatan terkait kasus dugaan pelantaran anak. 

Foto Rudianto Matulatua dan Ferry Aswan (Kuasa Hukum Wenny Ariyani). (Foto: YouTube/Intens Investigasi)

“Saya memberikan pilihan kepada  terlapor atas sikapnya,  mau tes DNA secara sukarela atau mau dengan pejemputan  dirinya oleh  pihak kepolisian. Perlu dipertimbangkan secara matang terhadap dua pilihan ini. Namun terlapor masih berupaya bersembunyi. Kini dia sudah tidak punya pilihan. Kalo kami bisa menasehati secara baik, hadapi aja selesaikan secara singkat, efektif persoalan ini selesai, jauh lebih banyak manfaat dari mudaratnya,”ujar Rudianto Matulatua dan Ferry Aswan (Kuasa Hukum Wenny Ariyani). 

“Tidak  sulit sama sekali pasca putusan pasal 42 justru memberikan jalan baik untuk  anak. Sebab putusan mereka  tidak melihat siapa ibunya. Selama ini ditelantarkan oleh sang laki-laki yang memiliki bagian dalam darah daginnya anaknya. Jadi harus dipaksa dan ditarik untuk tanggung jawabnya,”tandas Rudianto Matulatua lebih lanjut. 

Sementara Rezky tetap memilih bungkam. Lalu akankah Rezky terus menghindar dari kejaran Wenny dan tim kuasa Wenny akan mengeluarkan jurus barunya untuk menjerat Rezky? 

“Penelantaran itulah yang  dijadikan satu unsur, satu fakta atau penemuan baru bahwa sebelum terjadi penelantaran anak ada upaya ke saya yang  memberikan kesempatan pada terlapor supaya dia menjalankan tugas dan kewajibannya,”ungkap Rudianto Matulatua, dan Ferry Aswan.

“Saat pemeriksaan terbuka ketika klien kami mengkomunikasikan dihambat oleh keluarga besar Rezky. Apa yang  ditakutkan Rezky dibantu ole keluarga besarnya. Tidak  tertutup kemungkinan perkembangan laporan kami ini akan dikaitkan  pasal 55 penyertaan ada persekongkolan melawan hukum, jadi bahan penelitian bahan peyidik. Kasus yang dilaporkan bisa jadi 2-3 tersangka kedepannya,” ungkap Rudianto Matulatua, dan Ferry Aswan lebih lanjut.

Kuasa hukum Wenny pun menegaskan kalau dalama kasus ini ada dua seseorang yang sangat mati-matian untuk menuntut kebenaran. Dan ada seseorang lagi yang lari dari tanggungjawabnya. 

“Ketika komunikasi hendak di bangun secaa positif baik komunikasi diputus, komunikasi  anak dengan orangtua terhambat. Artinya ada  dua peristiwa yang ditekankan dalam peristwa ini, ada  seseorang sangat mati-matian menuntut suatu kebenaran dan keadilan. Tapi di sisi lain ada satu orang lari dari pertanggung jawaban. Sodara perlapor ini juga dah diperkarakan diperdana malah tes DNA,”sambung Rudianto Matulatua, dan Ferry Aswan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here