Dunia maya kembali heboh dengan kemunculan tiga wajah yang sangat mirip dengan trio lawak yang bergabung dalam group Warkop DKI, Indro, almarhum Kasino, dan almarhum Dono. Ketiga sosok ini sangat populer di era 80-an. 

Kini duplikat mereka seolah ada dengan kemunculan Alfi Dwi Krisnandi sebagai Indro KW, Dimas Kusnandi sebagai Kasino KW, dan Sepriadi sebagai Dono KW yang tergabung dalam group bernama ‘Warkopi’ yang berarti Warkop Copian. 

Meski datang dari latar belakang dari daerah berbeda, kehadiran mereka sedikit banyak membuat penggemar Warkop DKI bisa kembali menikmati lawakan Warkop DKI yang menyegarkan dan juga sangat menghibur tersebut lewat Warkopi. 

Foto Alfi, Sepriado dan Dimas. (Foto: Dokumentasi)

“Ya Alhamdulillah,sekarang banyak yang  mengenal kita karena dah viral. Kalo  om Dono, Kasino dan Indro dalam Warkop DKI, kalo kita namanya Warkopi. Awal mulanya dari saya masuk viral masuk tv, banyak yang ngetake, bikin konten bareng dan Septiadi gabung baru bulan belakangan ini. Kalo dari saya  waktu  dibilang mirip biasa aja. Kemaren bikin konten bareng sama dia dan banyak yang bilang mirip Indro. Kalo saya dari SD sudah ada yang bilang mirip Dono. Kalo  saya banyak waktu bikin konten banyak yang  bilang mirip Kasino,”beber  Alfi, Sepriado dan Dimas. 

Tidak hanya mulai dikenal banyak orang, kehadiran Warkopi yang baru dua bulan ini sudah mendapat tempat di hati para fans Warkop DKI. Karena para personil Warkopi yang beranggotakan dari gabungan daerah, yaitu  Tasikmalaya (Jawa Barat), Pariaman (Sumatera Barat) dan Jakarta itu berusaha mengikuti gaya dan cara lawakan Indro, Kasino dan Dono. 

“Waduh kalo berat sih iya dimiripin seorang legend pelawak senior. Kami hanya melestarikan gaya lawakan mereka biar masyarakat bisa bernotalgia. Sama om Indro sudah ngobrol, sharing, Alhamdulillah baik dan oke-oke aja. Kalo masyarakat banyak yang ngedukung mungkin karena mereka serasa bernostalgia dengan Warkop,”ujar Alfi, Sepriadi dan Dimas. 

Mengikuti gaya lawakan Warkop membuat Warkopi pun banyak belajar, salah satunya dengan bertanya langsung kepada Indro. Dan mereka berusaha sebaik mungkin mengikuti style jaman 80-an. 

“Kita bertiga mulai ikuti style jaman 80 an sambil  menirukan karakter masing-masing peran, om Indro, Kasino dan Dono. Aku karena berasal dari Pariaman masih agak kaku dengan logat Jawa tapi aku berusaha terus. Kalo chemistry, kita dah mulai ngobrol, candaan dan ledekin Dono yang sekarang kita bully, hehe,”teranng Alfi, Sepriadi dan Dimas. 

Kasino KW paling jahil, Dono yang paling paling lugu. Orang bilang dengan gesture tubuh saya, tinggi gede, mukanya pas senyumnya memang mirip, rata-rata bilang begitu. Kalo saya sih dah jelas, dari muka dah reinkarnisasi om Dono cuma kurang gemuk. Om Dono kan gemuk,”pungkas ujar Alfi, Sepriadi dan Dimas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here