Baim Wong dan Paula Verhoeven
Baim Wong dan Paula Verhoeven. (Foto: Instagram.com/@baimwong)

Kasus prank laporan polisi soal KDRT dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven akan segera ditindaklanjuti oleh penyidik. Dan Polisi juga sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, terkait kasus prank lapor KDRT tersebut pada besok, Jumat,7 Oktober 2022.

“Rencananya akan kami periksa Jumat (7/10),” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Ade Ary juga mengatakan Baim Wong dan Paula Verhouven akan dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan laporan palsu KDRT.

“Kita panggil sebagai saksi dulu, diklarifikasi dulu,”ungkap Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Seperti diketahui, Baim Wong dan Paula dilaporkan oleh ‘Sahabat Polisi Indonesia’ ke Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/10). Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia Tengku Zanzabella selaku pelapor mengatakan konten prank Baim Wong-Paula adalah sebuah pembodohan.

“Hari ini kita melaporkan Saudara Baim Wong dan Paula karena terjadi prank atau pembodohan masyarakat, sehingga kami harus bertindak untuk memperbaiki nama institusi Polri,” jelas Tengku Zanzabella.

Baim Wong dan Paula Verhouven dilaporkan atas tuduhan Pasal 202 KUHP. Keduanya dianggap telah membuat laporan palsu di kepolisian.

Konten Prank KDRT yang sudah dihapus Baim Wong karena dapat hujatan dari publik
Tangkapan layar YouTube, konten Prank KDRT yang sudah dihapus Baim Wong karena dapat hujatan dari publik. (Foto: YouTube/Baim Paula)

Dimana prank KDRT yang dibuat Baim Wong dan Paula Verhoeven diunggah di YouTube pada Minggu (2/10) dengan judul ‘Baim KDRT, Paula Jalani Visum. 

Pada bagian awal video memuat iklan. Baru kemudian konten masuk ke prank KDRT. Dalam video, terlihat Baim Wong dan Paula Verhouven merencanakan untuk membuat laporan KDRT untuk tujuan prank sejak masih berada di rumah. Mereka lantas mendatangi salah satu kantor polisi di bilangan Jakarta Selatan untuk membuat laporan polisi.

Setibanya di kantor polisi, Paula Verhouven mengaku dirinya mengalami KDRT dari Baim Wong. Polisi kaget atas pernyataan sang model. Sebab baru beberapa hari lalu KDRT terjadi pada pasangan Rizky Billar- Lesti.

Baru beberapa menit Paula Verhouven berbincang dengan petugas, tiba-tiba Baim Wong datang dan polisi baru mengetahui kalau itu adalah prank.

Atas tindakan  mereka tersebut, akan dilakukan pemanggilan terhadap Baim Wong guna dimintai keterangan kenapa dia bisa membuat konten semacam itu, apa motivasinya dan lain-lain. Hasil pemeriksaan Baim Wong nanti akan menjadi bahan pertimbangan penyidik ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.

Menurut Kombes Pol. Endra Zulpan, Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebutkan  kasus yang dilakukan Baim Wong dengan membuat konten prank laporan polisi tidak dapat dibenarkan secara hukum. Sebab laporan polisi tidak boleh dijadikan bahan candaan.

Kombes Pol. Endra Zulpan
Kombes Pol. Endra Zulpan, Kabid Humas Polda Metro Jaya. (Foto: Dokumentasi)

“Tidak dibenarkan membuat laporan palsu di kepolisan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan ini karena perbuatan tidak terpuji dan melawan hukum,”tegas Kombes Pol. Endra Zulpan, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Laporan terhadap Baim Wong dan Paula Verhoeven terdaftar dengan nomor LP/B/2386/X/2022 Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 3 Oktober 2022. Keduanya dijerat dengan Pasal laporan bohong Pasal 220 KUHP.

Diketahui dalam beberapa kasus sebelumnya, masalah yang menimpa Baim Wong akan selesai dengan adanya permintaan maaf. Namun beda dengan prank laporan polisi KDRT kali ini. 

Meski Baim Wong sudah mendatangi Polsek Kebayoran Lama untuk meminta maaf secara langsung atas prank yang sudah dilakukan sekaligus ia menyadari perbuatannya telah merugikan institusi kepolisian. Namun  tidak cukup hanya itu, proses hukum tetap dijalankan. 

“Mungkin ada niat baik dari Baim Wong untuk meminta maaf kepada institusi. Silakan saja, sah, tanpa mengesampingkan perbuatannya yang mencemarkan nama baik institusi melakukan prank untuk konten pribadi di kantor polisi,”beber Kompol Febriman di Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan. 

Meski kasus ini akan ditindaklanjuti, Kompol Febriman menyebut kasusnya tidak akan ditangani oleh Polsek Kebayoran Lama. Kasus ini akan bergulir di Polres Metro Jakarta Selatan. 

“Sementara kita belum tahu apa motifnya. Mungkin lagi heboh KDRT terutama kasus Rizky Billar, mungkin ikut- ikutan atau apa saya nggak berani komen lebih lanjut dari itu,”tandas Kompol Febriman. 

Ditegaskan oleh Kompol Febriman juga agar kasus Baim Wong ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi publik supaya tidak menjadikan kantor polisi sebagai tempat main-main apalagi untuk kepentingan pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here